Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

17 Siswa MIN 2 Batang Keracunan usai Makan Sereal di Kantin Sekolah

Kepala Polsek Limpung, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, AKP Prisandi Tiar mengantarkan 17 siswa MIN 2 Batang yang keracunan, Kamis (21/1/2023). (Istimewa)

Murianews, Batang – Sebanyak 17 siswa MIN 2 Batang diduga mengalami keracunan massal, Kamis (12/1/2023). Belasan siswa tersebut muntah-muntah hingga dilarikan ke rumah sakit seusai memakan sereal rasa cokelat yang dibeli di kantin sekolah.

Kapolsek Limpung AKP Prisandi Tiar mengatakan, belasan siswa tersebut langsung dilarikan ke Puskesmas Banyuputih. Dari 17 siswa tersebut tiga di antaranya terpaksa dirujuk ke RSUD Limpung untuk mendapat perawatan.

”Jadi belasan siswa itu langsung dibawa ke Puskesmas Banyuputih sebagian ke RSUD Limpung,” kata Kapolsek seperti dikutip Solopos.com, Kamis (12/1/2023).

Baca: Lima Siswa SD Keracunan Usai Minum Es

Ia menjelaskan, dari keterangan yang dihumpunnya, peristiwa keracunan massal di MIN 2 Batang itu terjadi sekitar pukul 09.30 setelah siswa kelas V melaksanakan pelajaran olahraga. Sebagian siswa pergi ke kantin sekolah yang beralamat di Desa Kalibalik, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang itu.

”Di kantin, para siswa tersebut kemudian membeli jajanan cokelat sereal bermerek Coko Shake. Tidak lama setelah mengunyah jajanan tersebut, 17 siswa mengeluh pusing, sakit perut hingga muntah-muntah,” ungkapnya.

Guru olahraga serta wali kelas langsung melaporkan masalah ini kepada kepala sekolah. Ke-17 siswa kemudian dibawa ke Puskesmas Banyuputih untuk mendapatkan perawatan medis.

”Dari situ tiga siswa dirujuk ke RSUD Limpung untuk penanganan lebih lanjut karena sesak napas. Pihak Dinkes Batang sudah mengambil sampel untuk melakukan uji laboratorium,” ucap Prisandi.

Baca: 74 Warga Karangdukuh Klaten Keracunan Makanan, DKK Tunggu Uji Lab

Sementara itu, Kepala Seksi Pelayanan Medis RSUD Limpung, dr Resti Kurniawarti, menyebut sudah melakukan observasi pada tiga siswa yang dirujuk. Hasilnya, kondisi dua siswa dinyatakan baik dan bisa rawat jalan.

”Untuk satu siswa kemungkinan butuh rawat inap, sambil menunggu perkembangan,” tuturnya.

Ia menambahkan, dari tiga siswa yang masuk semua memiliki gejala sama. Yakni mual, sesak nafas, pusing hingga muntah. Dari gejala tersebut kemungkinan besar ketiganya keracunan.

”Dari gejalanya keracunan. Tapi ini kita observasi lagi,” tandasnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Ruangan komen telah ditutup.