Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Begini Cara Mentan Promosikan Biosaka di Grobogan

Begini Cara Mentan Promosikan Biosaka di Grobogan

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (tengah) membuat biosaka sembari mempromosikan penggunaannya secara luas di kalangan petani Grobogan, Kamis (12/1/2023). (Murinews/Saiful Anwar)

Murianews, Grobogan – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo hadir di Grobogan dalam rangka panen raya padi di Desa Werdoyo, Kecamatan Godong, Kamis (12/1/2023).

Di kesempatan itu, ia mempromosikan penggunaan cairan ajaib biosaka. Bersama Forkompinda Grobogan, Mentan turut membuat biosaka.

Mentan yang disapa SYL itu menyebut biosaka sebagai kearifan lokal yang sudah teruji di mana-mana. Penggunaan biosaka pun disebutnya bisa mengurangi penggunaan pupuk hingga 50 persen.

’’Biosaka adalah kearifan lokal yang sudah dicoba di mana saja, termasuk di Papua, dan bisa mengurangi minimal 50 persen pupuk kimia. Karena ini bisa langsung menyuburkan tanah,’’ ujar Mentan sembari meremas-remas dedaunan yang dibuat biosaka.

Baca: Mentan Bakal Ganti Padi Gagal Panen Akibat Banjir di Grobogan

Mentan juga memaparkan cara pembuatan biosaka. Mantan Gubernur Sulawesi Selatang itu mengatakan, untuk membuat cairan biosaka harus merupakan rerumputan yang masih sehat, dengan minimal lima jenis.

’’Ambillah di daerah itu, di daerah setempat, tidak boleh dari kecamatan ini, pindah ke kecamatan lain. Rumput yang diambil harus yang sehat, tidak boleh yang bolong-bolong. Kemudian diremas di air, hingga berubah warna. Kira-kira diremas selama 15 menit,’’ imbuhnya.

Mentan SYL kemudian juga menerangkan penamaan biosaka. Bio berarti tumbuhan, sedangkan “saka” merupakan singkatan dari “selamatkan alam, kembali ke alam”.

Dia mengatakan, biosaka bisa dibuat di mana pun. Mentan pun meminta agar para petani benar-benar memanfaatkan penemuan tersebut untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia.

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.