Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Kota Semarang Ikut Larang Siswa Bawa dan Main Lato-Lato di Sekolah

Ilustrasi Lato-Lato (CNNIndonesia.com)

Murianews, Semarang — Dinas Pendidikan Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), melarang para siswa membawa dan memainkan lato-lato, mainan yang kini tengah viral atau tren ke sekolah. Hal itu dikarenakan lato-lato dikhawatirkan bisa mengganggu pembelajaran dan membahayakan.

”Sudah kita imbau siswa untuk tidak membawa lato-lato ke sekolah,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Kota Semarang, Suwarto seperti dikutip Solopos.com.

Larangan tersebut juga telah disampaikan Disdik Kota Semarang melalui koordinator satuan pendidikan (korsatpen) untuk disampaikan kepada sekolah di seluruh jenjang pendidikan.

Baca: Sekolah di Lampung Ini Terbitkan SE Larangan Siswa Membawa Lato-Lato

Kepala Bidang Sekolah Dasar (SD) Disdik Kota Semarang Hidayatullah menyebutkan, teknis di lapangan sekolah diminta membuat surat edaran kepada orang tua siswa mengenai larangan membawa lato-lato.

”Lato-lato kalau kena mata dan kepala kan bahaya karena itu (bahannya) keras. Di beberapa daerah, lato-lato juga sudah memakan korban. Makanya, kami minta sekolah mengawasi siswanya,” katanya.

Di samping membahayakan karena terbuat dari material keras, cara memainkan lato-lato juga dianggap menimbulkan kebisingan. Suara yang ditimbulkan dari permainan lato-lato ini pun bisa mengganggu kegiatan pembelajaran.

Baca: Disdik Karanganyar Bolehkan Siswa Main Lato-Lato di Sekolah

”Kami kewenangannya kan hanya di sekolah. Tidak bisa melarang mereka memainkannya di rumah. Namun, semestinya perlu kesadaran orang tua untuk mengawasi dan mengingatkan anaknya dalam bermain,” tambahnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Ruangan komen telah ditutup.