Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ngaku Wartawan dan Peras Kades Jutaan Rupiah, 2 Warga Pemalang Ditangkap

Dua wartawan abal-abal yang melakukan pemerasan terhadap kepala desa di Pemalang saat dihadirkan di Mapolres Pemalang, Kamis (12/1/2023). (Solopos.com-Ponco Wiyono)

Murianews, Pemalang – Dua warga Pemalang ditangkap Satreskrim Polres setempat, Kamis (12/1/2023). Penangkapan itu, setelah keduanya tertangkap basah memeras seorang kepala desa (Kades) dengan mengaku ngaku sebagai wartawan.

Kasatreskrim, AKP Ferry Sihaloho menyebutkan, kedua tersangka tersebut masing-masing berinisial D (45) dan NE (42). Keduanya diduga melakukan pemerasan dengan nominal mencapai Rp 2,1 juta dengan dalih akan mempublikasikan proyek jalan desa yang rusak.

”Kedua tersangka mengaku sebagai wartawan, lalu mengancam korban akan memuat informasi keretakan jalan tersebut di media sosial, cetak maupun online, bila korban tidak memberikan sejumlah uang,” katanya seperti dikutip Solopos.com.

Baca: Dua Orang Mengaku Wartawan Peras Pengelola SPBU Tlogowungu Pati

Kasatreskrim menjelaskan, mulanya, kedua tersangka mendatangi M, seorang kepala desa yang bertanggung jawab atas pembangunan proyek jalan desa di Kecamatan Taman pada bulan Desember 2022.

Keduanya mempermasalahkan retakan sepanjang 30 sentimeter di bagian pinggir jalan rigid beton. Merasa terancam, M memberikan sejumlah uang secara bertahap.

”Perinciannya adalah pada 2 Januari 2023 senilai Rp 600 ribu, lalu pada tanggal 5 Januari 2023 memberikan uang senilai Rp 500 ribu,” terangnya

Kemudian, pada Senin (9/1/2023), kedua pelaku menghubungi kembali korban, hingga akhirnya korban memberikan uang Rp 1 juta.

Baca: Polisi Bekuk Pelaku Pemerasan yang Mengaku Wartawan di Probolinggo

”Warga yang melihat korban memberikan uang pada tersangka dan mencurigai aktivitas tersebut dan melapor ke Polres Pemalang yang tengah berpatroli di sekitar lokasi,” imbuh Kasat Reskrim Polres Pemalang.

Petugas pun langsung melakukan penangkapan kepada kedua tersangka beserta barang bukti untuk diproses lebih lanjut. Apalagi, petugas tidak menemukan masalah dalam proyek tersebut. Selain itu proyek tersebut masih dalam masa pemeliharaan.

”Saat ini keduanya masih diamankan di Mapolres Pemalang. Kedua tersangka kita jerat dengan pasal 368 dan atau 369 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara,” tambahnya.

Terpisah, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pemalang, Ali Basarah mengapresiasi kinerja Polres Pemalang. Ia berharap, jajaran Polres Pemalang terus menggiatkan pembekukan wartawan-wartawan bodrek atau palsu yang banyak dikeluhkan karena telah melakukan pemerasan kepada sejumlah pihak.

Menurut Ali, apa yang dilakukan keduanya tidak sesuai dengan cara kerja wartawan yang punya kode etik. Cara kerja wartawan harus sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

”Dalam undang-undang, narasumber punya hak tolak, mereka berhak untuk menolak wawancara. Jadi tidak perlu takut,” jelasnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Ruangan komen telah ditutup.