Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Cegah Kematian Ibu dan Bayi, Bidan di Kudus Diminta Beri Pelayanan 10 T

IBI Kudus menggelar kegiatan pelayanan masyarakat belum lama ini. (Murianews/IBI Kudus)

Murianews, Kudus – Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah berupaya menekan Angka Kematian Ibu dan anak. Hal itu dilakukan dengan cara memberikan pelayanan 10 T.

Data yang dihimpun Murianews, Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah tahun 2022 tercatat 11 kasus. Sedangkan Angka Kematian Bayi (AKB) berjumlah 105 kasus.

Ketua IBI Kudus Darini mengatakan, pihaknya tetap mengacu pada aturan pemerintah untuk penangan AKI. Pihaknya bakal melakukan pencegahan menggunakan ANC atau anteatal care yang dilakukan dengan mekanisme 10 T.

Mekanisme 10 T tersebut terdiri dari timbang badan, tensi, tinggi fundus uteri, status  Tetanus Toksoid (TT), tambah darah, tes laborat rutin, status gizi, PMTCT (prevent mother to child transmition, temu wicara, dan tata laksana rujukan.

”Akan kami minta ke bidan untuk memberikan pelayanan 10 T itu. Kami berikan penyuluhan ke remaja, pra nikah, ibu hamil, ibu nifas, ibu bersalin, dan ibu-ibu yang baru saja selesai masa nifas,” katanya, Kamis (12/1/2023).

Baca: IDI Kudus Beberkan Bahaya Mengonsumsi Jajanan Ciki Ngebul

Pihaknya juga menyarankan ibu-ibu mengikuti program Keluarga Berencana (KB). Tujuannya untuk meningkatkan kesehatan ibu.

”Kalau ikut KB kan bisa menunda hamil. Sehingga kondisi kesehatan ibu lebih baik dan punya waktu untuk mengasuh anak lebih banyak serta dapat lebih fokus memperhatikan tumbuh kembang anak,” sambungnya.

Menurutnya, pencegahan AKI dan AKB sangat penting. Dampaknya dapat mempersiapkan generasi Indonesia yang baik.

”Bayi itu kan usianya nol sampai satu tahun. Itu masa-masa riskan. Makanya ibu maupun keluarga yang lainnya harus ikut berpartisipasi untuk menjaga kesehatan bayi. Harapan kami AKI dan AKB di Kudus bisa zero kasus,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.