Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Jadi Penyebab Banjir di Jepara, Normalisasi Sungai SWD I dan II Dipercepat

Jadi Penyebab Banjir di Jepara Normalisasi Sungai SWD I dan II Dipercepat

Menteri PUPR RI Basuki Hadimuljono mengunjungi Desa Dorang. (Murianews/Faqih Mansur Hidayat)

Murianews, Jepara – Kondisi Sungai Serang Wulan Drainase (SWD) I dan II di Kabupaten Jepara yang mengalami pendangkalan jadi penyebab banjir di Desa Dorang, Kecamatan Nalumsari.

Lantaran mengalami pendangkalan akibat tingginya sedimentasi, air sungai pun melimpas kala hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Tak hanya di sana, wilayah yang dilalui sungai itu juga berpotensi banjir, yakni Kecamatan Welahan dan Pecangaan.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI Basuki Hadimuljono bakal menormalisasi dua sungai itu secara tuntas. Rencana itu diungkapkan saat meninjau banjir di Desa Dorang, Kecamatan Nalumsari.

Baca: Ini Solusi Menteri Basuki Cegah Dorang Jepara Banjir Lagi

Menurut Basuki, kedua sungai itu sebenarnya sudah dinormalisasi. Namun, baru sepanjang 10 km yang dinormalisasi pada Sungai SWD I dan Sungai SWD II baru sepanjang 7 km.

’’SWD I dari target sepanjang 32 km, baru 10 km yang dinormalisasi. SWD II dari target 23 km, baru dikerjakan 7 km,’’ kata Basuki.

Menteri Basuki menargetkan, program normalisasi di Sungai SWD I dan II rampung tahun ini. Dengan begitu, di tahun-tahun mendatang wilayah yang biasanya banjir tidak lagi kebanjiran.

’’Tahun ini insya Allah selesai. Hanya tinggal kurang sedikit,’’ kata Menteri Basuki.

Selain normalisasi, Basuki juga berencana membuat collector drain atau saluran yang berfungsi sebagai pengumpul debit dari saluran air yang lebih kecil. Saluran ini rencananya ditempatkan di antara SWD I dan II, dan diposisikan di pinggir SWD II.

’’Kemudian kita bikin pintu air. Supaya airnya bisa mengalir ke SWD II,’’ jelas Basuki.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.