Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Metro Jateng

Pemprov Rampung Bangun Jalan Salem Brebes yang Sebelumnya Longsor

Ruas jalan Pasir Panjang, Kecamatan Salem, Brebes yang dibangun Pemprov Jateng. (Murianews/Istimewa)

Murianews, Semarang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng telah rampung membangun jalan provinsi di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Salem, Brebes, yang rusak akibat longsor pada 2018 lalu. Jalan itu kini direlokasi ruas Bandungsari-Salem atau Kalibaya-Ciwindu Salem.

Ganjar yang juga sempat mendatangi lokasi bencana ketika itu memang telah bertekad membangun akses sebagai bentuk penanganan sesegera mungkin. Sehingga, dibangunlah jalan tersebut. Kini, pembangunan jalan telah selesai di akhir tahun 2022 dan sudah bisa dinikmati pengguna jalan.

Dari data Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jateng, pembangunan jalan ini dilakukan sejak 2020 dengan nilai kontrak Rp 7 miliar, di tahun 2021 nilai kontrak Rp 12 miliar, dan di tahun 2022 nilai kontrak Rp 18 miliar.

Sub Koordinator Jalan dan Jembatan Wilayah II Tegal-Brebes Dinas PU Binamarga dan Cipta Karya Jateng Rubiyanto mengatakan, jalan dalam kondisi siap dilalui masyarakat.

”Saat ini dengan panjang jalan 4,8 km ini sudah selesai, dengan pembangunan tiga tahun sejak 2020-2022,” katanya.

Baca: Puluhan Petani di Salem Brebes Tertimbun Longsor, Masih Ada yang Hilang

Jalan itu memiliki lebar perkerasan 7 meter, berem (tambahan) kanan-kiri 1,5 meter dan saluran kanan-kiri dengan dimensi 80.

Saat ini, kata dia, masyarakat juga tampak antusias menyambut adanya jalan baru. Karena jalan tersebut selain lebar, juga saat ini juga bagus dan masih sepi. Masyarakat pun bisa memanfaatkannya untuk sekadar menikmati suasana. Bahkan, kalau sore hari dan tidak hujan, jalan pun dipenuhi warga.

Tidak hanya itu, tutur Rubiyanto, keberadaan jalan baru ini juga bermanfaat terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. Terbukti, sejumlah warga mendirikan warung di sisi kanan-kiri jalan. Warung itu menjadi tempat bersantai pengguna jalan sembari menikmati jalan dan pemandangan lokasi.

”Jalan ini juga untuk melangsungkan perekonomian warga dari pedesaan ke kota. Jalan ini juga banyak masyarakat yang mendirikan  warung, yang kerja sama dengan  Perhutani. Terutama ramainya saat sore hari. Karena di situ banyak warga rekreasi,” ujarnya.

Adapun dari sisi keamanan terhadap ancaman longsor, menurut Rubiyanto, jalur ini lebih aman karena berada di atas titik yang longsor pada 2018. Dengan demikian, jalan akan aman saat dilalui masyarakat.

”Sehingga lebih aman dan tidak akan longsor lagi. Jalur ini juga menghubungkan Brebes- Cilacap, namun agak ekstrem di jalur bawah untuk tanjakan dan tikungan. Juga yang paling dekat penghubung Brebes-Cilacap,” terangnya lebih lanjut.

Pengguna jalan, Aki Julay (63) mengaku hampir setiap hari melintasi jalan tersebut. Menurutnya, setelah direlokasi Pemprov Jateng, jalannya lebih bagus dan pemandangannya lebih indah.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.