Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Sembilan Atlet PTM Sukun ke Liga Tenis Meja Indonesia

Kudus Sukun Badak

Atlet PTM Sukun yang mengikuti Liga Tenis Meja Indonesia di GOR Sritek Arena, Solo (Murianews/PTM Sukun)

Murianews, Kudus – Sembilan atlet PTM (Persatuan Tenis Meja) Sukun mengikuti ajang Liga Tenis Meja Indonesia. Turnamen ini digelar di GOR Sritek Arena, Solo Jumat – Minggu (13-15/1/2023).

Sembilan atlet yang diberangkatkan, terdiri dari lima atlet putra dan empat atlet putri. Diantaranya, Affan Mauludana, Hafidz Nur Annafi, Bayu Santika Putra, Rio Marsha, Marcel di sektor putra.

Sedangkan di sektor putri ada Siti Aminah, Putri Wulandari, Cindi Marcella, dan Dwi Oktaviani Sugiarta. Mereka mulai berangkat menuju Solo pada, Rabu (11/1/2023) kemarin. Mereka didampingi Pelatih Fisik Frengki Setyo, dan Pelatih Teknik Dony Prasetya.

Pelatih Fisik Frengki Setyo mengatakan, sembilan atlet PTM Sukun itu, akan terjun di nomor tunggal perorangan dan tunggal beregu baik sektor putra dan putri. Mereka sebelumnya telah menjalani persiapan melalui program latihan di GOR Sukun Sport Center.

“Para pemain sudah siap, baik fisik ataupun teknik. Tinggal mereka nanti mengaplikasikannya dalam pertandingan seperti apa,” katanya, Kamis (12/1/2023).

Para atlet PTM Sukun dinilai memiliki potensi yang baik dalam liga tenis meja Indonesia kali ini. Terlebih, dalam dua kali liga yang terakhir gelar, PTM Sukun selalu meraih podium baik sektor putra ataupun putri.

BACA JUGA: Lima Atlet PTM Sukun Ikuti Seleknas SEA Games

Meski demikian, hadirnya pemain-pemain senior lain di Liga Tenis Meja Indonesia dipastikan akan membuat sengit persaingan.

“Kami optimis, di sektor putri bisa meraih juara lagi di kategori beregu, begitu juga diperorangan bisa saling bertemu di final. Untuk sektor putra paling tidak bisa meningkatkan prestasinya dari Liga Tenis Meja Indonesia di Jakarta, dulu tiga, paling tidak semoga nanti bisa peringkat dua,” ungkapnya.

 

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Budi Santoso

Ruangan komen telah ditutup.