Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Yusril Ngaku Dipaksa Megawati Selesaikan 100 UU Selama 2 Tahun

Yusril Ngaku Dipaksa Megawati Selesaikan 100 UU Selama 2 Tahun

Yusril Ihza Mahendra (CNNIndonesia.com)

Murianews, Jakarta – Ketua Umum (Ketum) Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengaku pernah dipaksa oleh Megawati Soekarnoputi untuk menyelesaikan lebih dari 100 Undang-Undang (UU) dalam kurun waktu dua tahun.

Pemaksaan itu dilakukan pada saat Yusril masih menjabat sebagai Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. Sementara Presidennya saat itu adalah Megawati Soekarnoputri.

”Saya teringat betul menjadi menteri kehakiman dan HAM di bawah presiden Megawati pada waktu itu dipaksa menyelesaikan lebih dari 100 undang-undang dalam jangka waktu dua tahun,” kata Yusril saat membuka Rapat Koordinasi Nasional PBB di Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (11/1/2023).

Baca: PBB Setuju Sistem Pemilu Proporsional Tertutup, Yusril Siap Tarung

Menurut dia, UU yang dibuat saat itu pun masih berlaku dan membuat kehebohan di masa sekarang. Dia mencontohkan, terkait UU pembentukan Mahkamah Konstitusi, Komisi Pemberatnasan Korupsi, serta Pusat Penelitian dan Analisis Transaksi.

Ia menyebutkan, pada era Megawati pulalah dilakukan reformasi besar-besaran di Mahkamah Agung (MA) dengan melepaskan kewenangan pemerintah di pengadilan.

”Sering diolok-olok waktu itu hakim itu katanya otaknya di bawah Mahkamah Agung, perutnya di bawah menteri kehakiman. Kita bilang, kita lepaskan semua hingga pengadilan seluruhnya menjadi independen,” kata Yusril.

Baca: Tahun 2023, Megawati akan Umumkan Capres dari PDIP

Menurut dia, pembentukan UU-UU tersebut adalah reformasi yang luar biasa dan terjadi dalam waktu sangat singkat selama pemerintahan Megawati.

”Semua itu selesai kita kerjakan dengan satu kerja keras yang memang sangat-sangat luar biasa,” ujar Yusril.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Kompas.com

Ruangan komen telah ditutup.