Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Anak Takut Tidur di Kamar Sendirian? Ini Tips Agar Berani dan Terbiasa

Anak Takut Tidur di Kamar Sendirian Ini Tips Agar Berani dan Terbiasa

Foto: Ilustrasi anak tidur sendiri (Victoria_Watercolor dari Pixabay)

Murianews, Kudus – Setelah menginjak usia tertentu, biasanya orang tua meminta anaknya untuk tidur di kamar sendiri. Artinya, anak tidak lagi tidur bersama dengan orang tuanya.

Meski demikian, untuk memisah anak supaya tidur sendirian itu bukan hal yang mudah. Pasalnya, banyak anak yang merasa takut dan akhirnya tidak bisa tidur.

Dengan kamar yang cukup bagus fasilitasnya, belum tentu bisa menjadi solusi. Soalnya, kebiasaan tidur dengan orang tua yang sudah dijalani lama tentunya tidak mudah diubah begitu saja.

Baca juga: Ini Tips Masak biar Bikin Anak Makan dengan Lahap

Meski banyak tantangan, orang tua harus mengusahakan agar anak tidur sendiri. Jangan sampai kebiasaan tidur bersama terbawa sampai memasuki usia remaja.

Kapan sebaiknya anak tidur sendiri?

Melansir dari Hellosehat, Rabu (11/1/2023), keputusan untuk memisahkan kamar tidur anak sebenarnya berdasarkan berbagai macam pertimbangan. Selain faktor usia, sejumlah orang tua mungkin sulit berpisah tempat tidur karena keterbatasan ruang di rumah.

Terlepas dari hal itu, menurut Mayo Clinic, anak berusia 3 tahun sebenarnya sudah bisa dibiasakan untuk tidur terpisah dari orang tuanya. Meskipun sesekali masih tidur bersama jika ia sedang sedih atau takut.

Beberapa orang tua mungkin memutuskan untuk memisahkan tempat tidur anak sejak bayi. Tujuannya untuk mencegah agar tidak tertindih oleh tubuh Anda yang sedang tidur. Namun, Anda juga bisa berpisah kamar jika anak sudah lepas ASI.

Secara umum, anak sebaiknya sudah terbiasa tidur di kamar sendiri sejak usia 5 hingga 8 tahun. Sangat tidak disarankan ia tetap tidur bersama orang tua jika sudah berumur 8 tahun ke atas. Apalagi jika telah memasuki usia pubertas.

Apa manfaat anak tidur sendiri?

Ada sejumlah manfaat yang bisa Anda peroleh jika anak tidur di kamar terpisah, di antaranya adalah:

  • melatih anak untuk mandiri,
  • dapat mendisiplinkan anak,
  • mendidik anak untuk bertanggung jawab,
  • melatih keberanian anak,
  • Anda dapat tidur lebih nyenyak

Bagaimana cara melatih anak tidur sendiri?

Biasanya anak yang tidak mau tidur sendiri di kamarnya akan menciptakan berbagai alasan supaya dia bisa tidur bersama dengan orangtuanya.

Oleh karena itu, Anda harus pintar mengakali alasan-alasan yang diberikan anak Anda. Cobalah delapan trik berikut ini agar anak bisa cepat terbiasa tidur sendiri.

1. Mulai perlahan-lahan

Sebaiknya Anda sudah mempersiapkan anak Anda untuk belajar tidur sendiri jauh sebelum saatnya tiba supaya ia tidak kaget. Sebagai langkah awal, Anda bisa mencoba memisahkan tempat tidur terlebih dahulu meskipun masih berada dalam satu ruangan yang sama.

Anda juga bisa menggunakan pancingan yang menarik bagi si kecil seperti, ”Nanti di kamar barumu, kamu bisa membuat istana boneka.” atau hal-hal lain yang disukainya.

Intinya, Anda harus membuat anak percaya bahwa tidur di kamar sendiri merupakan pengalaman yang menyenangkan dan membanggakan, bukan sesuatu yang menakutkan.

2. Ciptakan suasana kamar yang menyenangkan

Agar anak mau tidur di kamar sendiri, ia harus merasa betah di dalam kamarnya. Tatalah ruangan tidur anak agar nyaman sekaligus menyenangkan.

Siapkan boneka-boneka, bantal dan guling yang nyaman supaya ia merasa aman dan tenang saat tidur. Biarkan ia menyimpan beberapa mainan atau buku bacaan di kamar supaya timbul rasa memiliki.

3. Jangan memburu-buru anak untuk tidur

Apabila selama ini Anda mengantar anak tidur dengan terburu-buru, sebaiknya menghentikan cara tersebut. Memburu-buru tidak akan membuat anak mengantuk dan ingin tidur. Sebaliknya, ia justru akan merasa gelisah dan menganggap waktu tidur adalah saat-saat yang dibenci.

Pastikan bahwa waktu tidur menjadi hal yang penting untuk melepas lelah. Untuk membuat anak tidur, lakukan persiapan tidur lebih awal seperti buang air kecil, menggosok gigi, mencuci kaki dan berdoa sebelum tidur.

4. Bacakan dongeng sebelum tidur

Supaya anak lebih senang ketika waktu tidur tiba, ceritakan dongeng atau kisah-kisah menarik untuknya. Anda juga bisa mengobrol tentang hal-hal menarik yang ia alami di hari itu.

Selain membantu anak untuk rileks, kegiatan ini juga dapat mempertahankan ikatan Anda dengan anak. Sehingga ia merasa tidak ditinggalkan meskipun ia tidur sendiri di kamar yang berbeda.

5. Kurangi sumber gangguan

Salah satu penyebab anak susah tidur mungkin karena adanya gangguan. Misalnya, cahaya atau suara berisik dari televisi, komputer atau alat-alat elektronik lainnya. Sebisa mungkin singkirkan gangguan tersebut.

Jika si kecil sudah memiliki smartphone sendiri, sebaiknya Anda mengambilnya untuk disimpan dan mengembalikannya di keesokan hari.

6. Hindari cerita seram

Melansir Sleep Foundation, beberapa anak mungkin mengalami separation anxiety yaitu kecemasan saat ia berpisah dengan orang tuanya. Ini hal yang normal apalagi jika anak belum terbiasa tidur sendiri.

Untuk mencegahnya, usahakan untuk tidak menakut-nakuti anak dengan cerita seram, atau menggunakan ancaman tidur sendiri sebagai alat untuk menghukum anak. Hal ini justru akan membuatnya semakin sulit untuk berpisah dari Anda.

7. Mengatasi rasa takut anak

Beberapa anak mungkin tidak mau tidur sendiri karena takut gelap atau hantu. Untuk mengatasinya, Anda bisa menyediakan banyak boneka, bantal, atau selimut yang mengelilingi tempat tidur agar ia merasa aman.

Anda juga bisa menyediakan lampu tidur dengan cahaya yang lembut atau menempelkan stiker-stiker yang bisa menyala dalam gelap untuk mengalihkan rasa takut.

Bila kamar Anda berdekatan, cobalah membuka sedikit daun pintu kamar Anda agar ada cahaya yang masuk dan anak masih bisa merasakan kehadiran Anda dan pasangan.

8. Tetap tegas dan konsisten

Inilah yang tak boleh terlupakan ketika Anda dan pasangan berusaha membiasakan anak tidur sendiri. Ketika si kecil tak bisa tidur dan menyusul ke kamar Anda, dengan lembut ajak dan temani ia untuk kembali ke kamarnya.

Kalau Anda membiarkannya tidur bersama Anda dan pasangan, akan semakin susah baginya untuk belajar mandiri. Apabila anak mengalami mimpi buruk, segera tangani dengan menanyakan mimpinya dan meyakinkan bahwa itu hanyalah bunga tidur yang tidak nyata.

Selanjutnya, tetap ajak ia untuk kembali tidur di kamarnya. Jangan sampai si kecil menggunakan alasan mimpi buruk sebagai senjata untuk menghindari tidur sendiri.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: hellosehat.com

Ruangan komen telah ditutup.