Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Terkena Sengatan Kalajengking? Jangan Panik, Ini Pertolongan Pertama yang Bisa Dilakukan

Terkena Sengatan Kalajengking Jangan Panik Ini Pertolongan Pertama yang Bisa Dilakukan

Foto: Kalajengking (andrey_barsukov dari Pixabay)

Murianews, Kudus – Saat melakukan aktivitas sehar-hari terkadang ada kejadian tak terduga yang dialami. Misalnya, terkena sengatan dari hewan berbisa.

Ada beberapa macam hewan berbisa yang selama ini menimbulkan masalah pada manusia. Selain ular, hewan lainnya adalah kalajengking.

Sengatan kalajengking ini memang sedahsyat gigitan ular berbisa, semacam kobra. Meski demikian, sengatan kalajengking ini juga menyakitkan dan tidak boleh dianggap enteng.

Baca juga: Ini Bahaya Gigitan Ular King Cobra yang Penting Diketahui dan Cara Pertolongan Pertamanya

Lantas, seberapa bahaya gigitan kalajengking itu? Melansir dari Hellosehat, Rabu (11/1/2023), kalajengking sebenarnya tidak menyerang manusia dengan sengaja. Hewan ini akan melepaskan racun atau bisa untuk melindungi diri ketika merasa terganggu atau terancam.

Hal ini biasanya terjadi ketika Anda berusaha menyingkirkan kalajengking atau tidak sengaja menyentuhnya. Sama halnya dengan gigitan laba-laba hitam dan gigitan serangga lainnya, reaksi sengatan kalajengking biasanya terlihat langsung di bagian kulit yang tersengat.

Menurut Emergency Medicine Residents’ Association, bisa pada kalajengking berpotensi menimbulkan dampak yang fatal pada anak-anak dan bayi. Namun, sebagaian besar kasus gigitan kalajengking pada orang dewasa tidak berbahaya, kecuali tersengat jenis kalanjengking yang lebih beracun.

Berikut ini adalah beberapa gejala ringan yang umumnya muncul akibat sengatan kalajengking:

  • rasa sakit atau nyeri yang kuat,
  • mati rasa dan sensasi perih,
  • kemerahan, dan
  • pembengkakan ringan di area sekitar luka sengatan.

Sementara itu, gejala sengatan kalajengking yang lebih serius dapat mencakup:

  • mulut berliur,
  • berkeringat,
  • mual dan muntah,
  • otot perut menengang atau kram,
  • gerakan kepala, leher, dan mata yang tidak wajar,
  • bengkak di sekitar wajah, mulut, dan tenggorokan,
  • kesulitan bernapas,
  • syok atau leher terasa tercekik,
  • denyut jantung meningkat,
  • detak jantung tidak teratur, serta
  • gelisah atau menangis terus menerus, khususnya pada anak.

Gejala berat ini membutuhkan penanganan darurat medis. Pasalnya, kondisi tersebut menandakan adanya reaksi alergi yang mengarah pada syok anafilaksis sehingga bisa mengancam nyawa.

Oleh karena itu, saat melihat orang lain mengalami gejala di atas, segera hubungi nomor darurat atau bawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

Cara mengobati sengatan kalajengking

Pertolongan pertama saat tersengat kalajengking tergantung dengan tingkat keparahan reaksi yang muncul.

Pada gejala yang menunjukkan alergi serius, penanganan yang tepat adalah mendapatkan bantuan medis. Sesegera mungkin bawalah pasien ke ruang gawat darurat.

Apabila menunjukkan reaksi yang ringan, Anda bisa melakukan cara mengobati sengatan kalajengking seperti di bawah ini.

1. Mencuci luka sengatan kalajengking

Sengatan kalajengking akan meninggalkan luka terbuka. Meskipun bukaan luka tidak besar, Anda perlu membersihkan luka untuk menghindari infeksi dan mencegah penyebaran racun.

Cucilah luka menggunakan air mengalir dan sabun. Bersihkan juga bagian kulit di sekitar luka sebagai cara menghilangkan bisa kalajengking yang mungkin tertinggal.

2. Mengompres bengkak

Mirip dengan efek racun dari sengatan lebah atau tawon, terkena racun kalajengking akan menimbulkan bengkak, kemerahan, gatal-gatal akibat gigitan serangga.

Bengkak biasanya akan disertai rasa sakit yang mengganggu. Untuk meredakannya, Anda bisa menggunakan kompres dingin dari es batu atau handuk yang dibasahi air.

3. Meredakan nyeri dan gatal

Rasa sakit pada jenis luka sengatan kalajengking terkadang bisa muncul begitu kuat. Minum obat pereda nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen, bisa membantu mengatasi gejala setelah disengat kalajengking.

Sementara untuk mengurangi rasa gatal, Anda bisa mengoleskan obat berupa salep hidrokortison dan losion calamine pada luka tersengat kalajengking.

4. Menjalani pengobatan medis

Langkah-langkah di atas biasanya efektif mengatasi jenis luka yang hanya muncul pada bagian kulit yang tersengat. Beberapa jenis kalajengking memiliki bisa yang mungkin menyebabkan reaksi di bagian tubuh lainnya. Gejala keracunan ini bisa meliputi:

  • nyeri sepanjang lengan,
  • penglihatan kabur,
  • produksi air liur yang berlebih, dan
  • otot dan sendi di bagian punggung terasa lemas.

Reaksi akibat sengatan kalajengking seperti ini membutuhkan pengobatan medis. Berdasarkan Food and Drugs Association, kondisi tersebut bisa diatasi dengan efektif melalui obat pereda nyeri, obat penenang atau antidepresan, dan antivenom (penawar racun).

Mencegah terkena sengatan kalajengking

Kadang kala, sengatan kalajengking bukanlah sesuatu yang bisa dengan mudah Anda hindari, apalagi ketika Anda tinggal atau bepergian ke lingkungan yang terdapat banyak kalajengking.

Namun, Anda tetap bisa berupaya terhindar dari bahaya gigitan kalajengking dengan melakukan cara seperti di bawah ini.

  • Buanglah sampah, kayu, batu, dan benda-benda lainnya di rumah yang berpotensi menjadi tempat kalajengking bersembunyi.
  • Pangkas rumput, semak-semak, dan cabang pohon yang dapat memberikan jalan kalajengking masuk ke dalam rumah.
  • Hindari menyimpan kayu bakar di dalam rumah.
  • Ketika mendaki gunung atau berkemah, kenakan pakaian yang menutupi lengan dan kaki. Periksa juga selalu barang-barang untuk memastikan tidak ada kalajengking.
  • Periksa bagian dalam sepatu bot atau barang-barang lama sebelum memakainya.
  • Bawalah suntikan epinephrine guna mengatasi reaksi alergi parah akibat gigitan serangga.

Pada umumnya, sengatan kalajengking memang tidak menyebabkan reaksi berbahaya. Racunnya hanya menyebabkan reaksi lokal di kulit yang tersengat seperti bengkak, gatal, dan kemerahan.

Kondisi ini bisa diatasi dengan pertolongan pertama di rumah. Namun, gejala seperti reaksi alergi yang serius membutuhkan pertolongan darurat medis.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: hellosehat.com

Ruangan komen telah ditutup.