Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Guci Kuno Ditemukan di Kropakan Klaten, Diduga dari Era Dinasti Tang

Guci kuno ditemukan warga Dukuh Kropakan, Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom saat menggeali tanah awal pekan ini. (Istimewa/Dokumentasi KPCB Klaten)

Murianews, Klaten – Sebuah guci yang diduga berasal dari era Dinasti Tang ditemukan warga di Dukuh Kropakan, Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom, Klaten. Penemuan guci tersebut berada tak jauh dari sumur kuno yang sudah ditemukan terlebih dahulu.

Humas Komunitas Pegiat Cagar Budaya (KPCB) Klaten, Hari Wahyudi, mengatakan guci ditemukan warga yang bekerja sebagai perajin batu bata. Saat ditemukan, guci tersebut terkena cangkul dan pecah.

”Yang menemukan Pak Suryanto, perajin batu bata. Saat digali terkena cangkul dan pecah, tapi kondisinya masih utuh,” katanya seperti dikutip Solopos.com, Rabu (11/1/2023).

Baca: Temuan Harta Karun Guci Hingga Emas Batangan Saudagar China Gegerkan Natuna, Kini Diburu Banyak Orang

Guci itu ditemukan warga secara tidak sengaja ketika mencari tanah untuk produksi batu bata. Selain guci, warga menemukan batu pripih. Guci yang ditemukan mirip dengan guci kuno yang pernah ditemukan seorang warga beberapa tahun lalu. Diduga, guci itu berasal dari era Dinasti Tang di Tiongkok.

Hari memperkirakan dengan sejumlah temuan guci, peradaban yang pernah ada di Kropakan pada era Mataram Kuno menandakan sudah maju di masanya.

”Dengan banyak ditemukan peradaban di Kropakan peradaban yang sudah maju di masanya dan terbuka dari luar negeri. Di Kropakan memiliki pengaruh yang mapan pada era Mataram Kuno. Dimungkinkan ada penggedenya di wilayah Kropakan. Apalagi dengan ditemukan pripih. Ini menandakan rumah yang ditinggali di Kropakan salah satunya rumah seorang pejabat,” kata Hari.

Sebelumnya, berbagai artefak yang diduga peninggalan dari era Mataram Kuno antara abad ke-8 hingga ke-10 ditemukan di wilayah Dukuh Kropakan. Salah satu temuan yakni struktur batu bata merah yang diduga bekas sumur dari era Mataram Kuno.

Baca: Ratusan Keping Uang Kepeng Kuno Ditemukan di Desa Kaligarang Jepara

Sumur itu ditemukan pada kedalaman 2,5 meter dari permukaan tanah oleh seorang warga saat menggali tanah untuk pembuatan batu bata.

Di lokasi yang tak jauh dari temuan sumur kuno itu, warga menemukan batu andesit yang diduga merupakan lingga patok. Artefak kerap ditemukan warga Kropakan saat menggali tanah untuk keperluan pembuatan batu bata.

Tokoh pemuda di Dukuh Kropakan, Pupun Prasetya, berharap ada perhatian dari instansi terkait untuk melakukan penelitian lebih lanjut terkait temuan artefak, termasuk lokasi penemuan sumur kuno. Dari penelitian itu, dia berharap bisa diketahui peradaban kuno yang pernah ada di Kropakan dan bisa menjadi wahana edukasi.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Ruangan komen telah ditutup.