Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Pengukuran Lahan Kuweri di Desa Wadas Masih 29 Hektare, Ini Kata BPN

Sejumlah petugas saat melakukan pengukuran tahap ketiga di Desa Wadas, Purworejo. (Istimewa)

Murianews, Purworejo – Pengukuran lahan kuweri di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo saat ini masih menyisakan lahan 29 hektare. Jumlah tersebut jauh lebih sedikit setelah 34 bidang tanah warga yang sebelumnya menolak penambangan menyerahkan berkas ke BPN untuk diukur.

Kepala BPN Kabupaten Purworejo Andri Kristanto mengatakan, proses inventarisasi dan identifikasi bidang tanah di Desa Wadas sebenarnya sudah terlaksana dengan lancar. Hingga saat ini luasan lahan yang sudah diukur sudah sudah mencapai 85 hektare.

”Setelah ada penambahan 34 bidang kemarin, jumlah lahan yang sudah diukur sudah mencapai 85 hektare. Kalau untuk total semua rencana 114 hektar. Jadi masih ada 29 hektare,” jelas Andri dalam siaran persnya, Rabu (11/1/2023).

Baca: Sempat Menolak, Puluhan Warga Wadas Legowo 34 Bidang Tanah Diukur BPN

Ia berharap, warga pemilik lahan yang tersisa untuk bisa menyerahkan berkas maksimal awal Maret mendatang. Dengan begitu proyek masih bisa dilakukan sesuai dengan schedule yang ada.

”Jadi, kami masih menunggu kalau bisa Februari akhir atau awal Maret untuk warga yang belum menyerahkan untuk bisa kami identifkasi. Ya, biar bisa tuntas semua,” tandasnya.

Sebelumnya, Badan Pertanahan Nasional (BPN) melakukan pengukuran 34 bidang tanah sebagai penambangan batu kuweri sebagai penunjang pembangunan mega proyek bendungan bener, Selasa (10/1/2023).

Ke-34 bidang tanah tersebut diketahui milik puluhan warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo yang sebelumnya melakukan penolakan.

Hal itu terjadi setelah Eks Ketua Gerakan Masyarakat Peduli Alam Desa Wadas (Gempadewa), Insin Sutrisno menyerahkan berkas 34 bidang ke BPN Kabupaten Purworejo, beberapa waktu.

Dalam proses pengukuran terbagi empat tim, dengan masing-masing tim terdiri dari petugas ukur, Dinas Pertanian dan koordinator warga.

Baca: Soal Wadas, Ganjar Diberi Catatan Positif dari DPR RI

Salah seorang pemilik lahan, Abdus Solah mengatakan bahwa pengukuran lahan kuweri kali ini terdiri dari 34 bidang. Proses pengukurannya pun melibatkan langsung warga pemilik lahan.

”Ini terdiri dari warga yang sudah menyerahkan berkas ke BPN, beberapa waktu lalu. Semua warga yang menyerahkan berkas ikut pengukuran, ikut menyaksikan,” katanya.

Solah mengaku, dirinya dulu sangat getol ikut barisan kontra penambangan. Bahkan, ia kerap riwa-riwi turun berdemonstrasi. Namun, kini ia telah ikhlas melapas lahannya untuk penambangan.

”Dulu menolak, demo ikut. Misinya dulu semua warga mengutuhkan satu desa. Ketika terjadi konflik sebagian tidak bertahan akhirnya ikut serta menyerahkan berkas,” ucapnya.

Namun, Solah memastikan keputusan untuk menyerahkan tanahnya kepada pemerintah tidak ada unsur paksaan. ”Tidak ada paksaan. Iya, legowo,” ungkapnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi

Ruangan komen telah ditutup.