Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Pantau Sungai Juwana Pati, Ganjar Geregetan Lihat Banyak Sampah

Pantau Sungai Juwana Pati Ganjar Geregetan Lihat Banyak Sampah

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meninjau Sungai Juwana, Kabupaten Pati, Rabu (11/1/2023). (Murianews/Umar Hanafi)

Murianews, Pati – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dibikin geregetan saat meninjau Sungai Juwana Pati, Rabu (11/1/2023). Pasalnya, sungai yang juga disebut Sungai Silugonggo itu banyak sampah.

’’Saya lihat sungainya lumayan, lumayan banyak sampahnya,’’ ujar Ganjar.

Ia pun meminta masyarakat tidak membuang limbah rumah tangga di aliran sungai. Sampah-sampah itu dinilainya memperparah banjir di Kabupaten Pati.

’’Saya meminta sungai jangan dikotori,’’ kata dia.

Sebelumnya diberitakan, banjir di Kabupaten Pati lantaran berbagai faktor. Di antaranya karena adanya cuaca ekstrem pada akhir tahun 2022 dan adanya cekungan-cekungan di desa-desa yang dilewati Sungai Juwana.

Baca: Cegah Banjir Lagi, Ganjar Usul Sungai Juwana Pati Diberi Tanggul Raksasa

Ganjar pun mengusulkan dibuat tanggul raksasa di bantaran sungai. Tanggul ini dinilai bisa mencegah banjir di Kabupaten Pati meluas. Bila ini dibuat, ia juga meminta saluran-saluran air dari rumah tangga ditutup agar air dari sungai tidak masuk ke permukaan masyarakat.

Ia yakin bila hal ini bisa terlaksana, maka banjir di Kabupaten Pati tidak separah ini. Bila banjir menerjang maka air bisa dipompa dan dibuang ke sungai.

Ia pun berharap tahun 2023 ini tanggul ini bisa dibuat. Ganjar tidak mau pencegahan banjir dilakukan lama. Maka dari itu perlu kerja sama antara Pemerintah Desa, Kabupaten, Provinsi, BBWS hingga PUPR.

’’Tahun 2023 harus ditangani, ndak boleh lama. tugas kami mencari anggaran. Teknisnya PUPR mendesain dan bekerja sama dengan BBWS. Jalan ini bisa jadi tanggul jadi lebih tinggi ndak papa. Memang agak mahal. (Ketinggian) 30 cm saya kira bisa dan ndak terlalu mahal,’’ pungkas dia.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.