Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Anak-Anak Korban Banjir di Grobogan Dapat Trauma Healing

Anak Anak Korban Banjir di Grobogan Dapat Trauma Healing | MURIANEWS

Kasi Humas Polres Grobogan AKP Umbarwati memberikan support kepada anak-anak dalam kegiatan trauma healing di Desa Lemahputih, Brati, Grobogan, Rabu (11/1/2023). (Murianews/Istimewa)

Murianews, Grobogan – Anak-anak korban banjir di Desa Lemahputih, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan mendapat trauma healing atau penyembuhan trauma, Rabu (11/1/2023).

Kegiatan trauma healing itu dilakukan anggota Polres Grobogan. Acara itu sebagai bentuk kepedulian jajaran kepolisian di Kabupaten Grobogan terhadap anak-anak yang jadi korban banjir.

Kasi Humas Polres Grobogan AKP Umbarwati mengatakan, kegiatan itu penting agar anak-anak tak lagi mengalami trauma psikologis akibat banjir yang melanda lebih dari sepekan itu.

Menurutnya, akibat banjir yang tak kunjung surut membuat sejumlah aktivitas tergangga. Tentunya, kondisi itu memberikan dampak pada anak-anak korban banjir.

Baca: Banjir Grobogan Berangsur Surut, Sejumlah Rumah Masih Tergenang

’’Kami menghibur, memberikan support anak-anak yang selama satu minggu lebih ini terkena banjir. Kami melakukan trauma healing, agar anak di desa yang paling terdampak banjir ini tidak trauma,’’ kata AKP Umbarwati yang memimpin langsung kegiatan itu.

Dalam kegiatan itu, AKP Umbarwati mengajak sekitar 40 anak di desa setempat bercengkrama dan bernyayi. Sebagian orang tua mereka juga turut mendampingi.

Anak-anak itu ditanya tentang kegiatan yang dilakukan selama banjir. Mereka kemudian diajak menyanyikan lagu yang mampu memupuk nasionalisme, seperti Garuda Pancasila.

’’Harapannya, adik-adik bisa lepas dari trauma dan tetap semangat,’’ lanjutnya.

Setelah selesai, anak-anak itu pun diberi makanan ringan satu per satu. Kasi Humas pun berharap ada hal positif yang membekas di hati para penerus generasi itu.

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.