Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Sampah Menumpuk di Bendung Wilalung Kudus

Tumpukan sampah di Bendung Wilalung Kudus. (Murianews/Anggara Jiwandhana)

Murianews, Kudus – Tumpukan sampah ranting hingga sampah rumah tangga mulai menumpuk di Bendung Wilalung Kudus, Jawa Tengah. Sampah itu semakin banyak usai debit air kiriman dari Bendung Klambu menurun sejak Selasa (10/1/2023) kemarin.

Pembersihan dengan menggunakan eskavator pun terus diupayakan bendung yang berada di Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus itu. Meskipun hasilnya belum bisa maksimal. Mengingat tumpukan sampah bisa dibilang cukup banyak.

Korlap Induk Bangunan Pengendali Bendung Wilalung Lama (BPBWL) Heri Bangkit Setyadi mengungkapkan, pihaknya sudah mulai melakukan pembersihan jika debit air mulai turun. Ini bukan pertama kalinya pihaknya membersihkan tumpukan sampah tersebut.

”Tumpukan sampah di Bendung Wilalung beberapa kali kami bersihkan terutama ketika air sudah surut,” katanya, Rabu (11/1/2023).

Baca: Pintu Bendung Wilalung Kudus Arah Juwana Mulai Ditutup

Pembersihan sampah kali ini saja sudah dilakukan sejak kemarin menggunakan eskavator. Namun hasilnya belum maksimal karena sampah yang dibersihkan hanya di bagian tepi tanggul saja.

Mengingat saat itu debit sungai masih tinggi di atas ambang batas maksimal 800 meter kubik per detik.

”Nah hari ini kami lanjutkan pembersihan setelah debit air menurun, kemarin kan yang hanya terjangkau lengan keruknya saja,” ungkapnya.

Untuk beberapa waktu, pihaknya memperkirakan debit air masih dalam batas aman. Namun, pergerakan debit air diakui masih sangat fluktuatif karena tergantung cuaca di bagian hulu.

Baca: Jalan Rusak di Kudus Ini Sudah Bikin Tiga Truk Terguling

”Ini nanti kalau cerah terus sebit air sungai menurun, tapi kalau bagian hulu hujan dengan intensitas tinggi, ya debit air akan meningkat. Semoga cuaca ke depan semakin baik, sehingga kondisi sekitar daerah aliran sungai tetap aman dari ancaman banjir,” tandasnya.

Pintu nomor delapan Bendung Wilalung sendiri yang sebelumnya dibuka hingga 30 sentimeter kini mulai ditutup lagi usai debit air menurun. Pintu air itu mengarah ke Sungai Juwana, sehingga Ketika pintu air dibuka mengakibatkan genangan banjir meluas.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.