Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Editorial

Beban Berat Dipunggung Lionel Messi

Budi Santoso ([email protected])

Murianews, Doha – Perhatian dunia akan tertuju ke Stadion Lusail, Qatar, pada Minggu (18/12/2022) malam ini. Prancis dan Argentina akan memainkan puncak roal coaster Piala Dunia 2022 Qatar.

Berbagai thriller telah terjadi di sepanjang turnamen, dengan takdir mempertemukan kedua tim di puncak pertandingan, pada akhirnya. Disini drama yang lebih besar kemungkinan akan terjadi.

Dapat dipastikan, akhir dari semua itu akan bermuara pada kegembiraan dan kesedihan. Kegembiraan bagi para pemenang dan pendukungnya, dan kenestapaan menyedihkan bagi mereka yang kalah.

Pertandingan ini akan menjadi akhir dari sebuah pesta empat tahunan ini. Sebuah rutinitas yang telah berlangsung sejak 1930. Sebuah peristiwa yang selalu melahirkan pesta dan nestapa, namun juga selalu dinantikan sebagian besar umat manusia.

Dari semua yang terjadi, ada satu sosok yang dipastikan akan mendapatkan tekanan berat dalam pertandingan ini. Sosok itu adalah Lionel Messi. Lionel Messi dipastikan akan memikul benan berat di punggungnya.

Bukan semata-mata dirinya adalah kapten Argentina. Tapi lebih dari itu, ada beban lain yang harus disandangnya saat dirinya masuk ke lapangan Stadion Lusail malam ini. Kemasyurannya dan kehebatannya sebagai pemain bola akan dipertaruhkan.

Dalam dua dekade terakhir, Messi adalah fenomena yang belum dianggap paripurna oleh sebagian pengamat sepak bola. Gara-garanya hanya karena dirinya belum pernah mengangkat tropi Piala Dunia.

Kelegendaannya selalu diusik. Kemampuannya masih diragukan, saat disandingkan dengan nama besar lain, Pele dan Diego Maradona. Dalam empat kali kesempatannya di Piala Dunia, Messi kesulitan untuk membuktikannya.

Kini, di Stadion Lusail, di Final Piala Dunia 2022 Qatar, Messi berada di ujung perjalanannya. Sebuah kesempatan terakhir yang akan menempatkan dirinya di tempat tinggi yang penuh dengan ‘badai’ psikologi.

Di Stadion Lusail, Messi tidak hanya harus membantu Argentina. Namun dirinya juga harus membantu diriya sendiri. Dengan kemampuannya yang disebut mulai menurun, Messi tentu masih berharap nasib baik bisa bersamanya, untuk mencetak sejarah besar.

Beberapa orang menyebut, sejauh apa yang dilakukannya di Piala Dunia 2022 Qatar, Messi sudah menunjukan diri lebih hebat dari Ronaldo. Pemain bintang yang selalu menjadi rival sepanjang karirnya.

BACA JUGA: Sepak Bola Seperti Apa yang Sebenarnya Kita Inginkan?

Pencapaian Messi dan Ronaldo di Piala Dunia 2022 Qatar, setidaknya kini telah bisa memberi gambaran siapa yang terhebat diantara mereka. Fakta ini setidaknya telah sedikit meringankan beban Messi.

Namun, Messi masih memiliki satu hal lagi yang harus diselesaikannya. Dengan barisan pemain-pemain muda, Messi tentu berharap mereka bisa membantu dirinya. Kolaborasi mereka akan menentukan akhir yang akan dicapainya.

Dengan beban berat dipunggung Messi, para penggemarnya tentu masih tetap berharap La Pulga masih mampu memunculkan sihir sepak bola. Bagaimanapun dunia masih menunggu hal itu bisa dilakukannya di Piala Dunia 2022.

Nestapa kecewa atau kegembiraan yang mengharukan akan didapatkan Messi pada malam ini. Semuanya masih menunggu apa yang akan diberikan nasib pada dirinya. Kita akan menyaksikannya sebagai sebuah peristiwa besar di sepak bola. Apapun kejadiannya.(*)

 

Ruangan komen telah ditutup.