Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Metro Jateng

97 Perusahaan Berbondong-bondong Relokasi Pabriknya ke Jateng

97 Perusahaan Berbondong bondong Relokasi Pabriknya ke Jateng

Ganjar Pranowo saat menetapkan UMK 2023 se-Jawa Tengah di PT HWI 2 Pati (Istimewa/Murianews)

Murianews, Semarang – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menyebut jika sampai pada akhir tahun ini, sebanyak 97 perusahaan merelokasi pabriknya di berbagai daerah di Jateng. Jumlah ini dinilai sangat besar dan mampu menyedot angka pengangguran di Jateng.

”Hingga akhir tahun ini setidaknya sudah ada 97 perusahaan yang merelokasi pabriknya ke berbagai daerah di Jateng,” kata Ganjar dalam keterangan tertulis yang diterima Murianews, Kamis (8/12/2022).

Menurutnya, banyaknya relokasi pabrik ke Jateng ini menjadi bukti kepercayaan investor terhadap pemerintah Provinsi Jateng terus meningkat. Sehingga, hal ini perlu dijaga dengan baik agar iklim investasi di Jateng semakin berkembang pesat.

”Ini mesti dijaga dan kami juga sudah mendapatkan informasi beberapa pabrik yang ada di tetangga kiri-kanan sudah mengurangi produksi. Menariknya di Jawa Tengah masih stabil bahkan kemarin kurang lebih ada 97 perusahaan yang relokasi ke Jateng, gede itu,” ujarnya.

Baca: Jateng jadi Favorit Investor Taiwan

Ganjar juga menegaskan, semakin banyak perusahaan yang masuk ke Jateng, jumlah tenaga kerja juga akan semakin banyak. Dengan begitu, angka pengangguran akan berkurang. Dengan kata lain, lapangan pekerjaan yang selama ini masih menjadi pekerjaan rumah dapat ditingkatkan seiring masuknya investasi di Jateng.

”Hitung-hitungan saya sampai dengan akhir tahun depan itu PR saya yang mesti dikejar salah satunya adalah lapangan pekerjaan. Nah ini kami bukakan. Saya terima kasih dari kawan-kawan banyak yang kemudian ekspansi pabriknya ke banyak tempat di Jawa Tengah. Ini kan ada di Jepara, Pemalang, Batang,” tutupnya.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar

Ruangan komen telah ditutup.