Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Lampu Jalan di Kudus Sumbang Pajak Cukup Besar

Lampu penerangan jalan umum di Kudus. (Murianews/Anggara Jiwandhana)

Murianews, Kudus – Pendapatan daerah Kabupaten Kudus dari sektor pajak, tahun 2022 ditarget sebesar Rp 157 miliar, dan telah terealisasi Rp 156 miliar. Lampu jalan menjadi penyumbang pendapatan pajak paling besar.

Hingga November 2022 pajak penerangan lampu jalan telah terealisasi sebesar Rp 54,7 miliar.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Anggaran Daerah (BPPKAD) Kudus, Eko Djumartono mengatakan, pihaknya optimistis target pajak daerah dapat tercapai. Pasalnya, masih ada waktu hingga akhir tahun.

”Kami optimistis target pajak daerah Kabupaten Kudus dapat tercapai. Sebab, hanya dua sektor yang belum capai target. Yakni sektor pajak reklame dan sektor pajak penerangan jalan,” katanya, Kamis (8/12/2022).

Meski demikian, capaian dua sektor  tersebut sudah lebih dari 90 persen. Yakni target sektor pajak reklame sebesar Rp 3,4 miliar telah tercapai sebesar Rp 3,3 miliar per November 2022 atau setara dengan 97,65 persen.

”Sementara pajak penerangan jalan ditargetkan kurang lebih Rp 58,4 miliar. Saat ini sudah tercapai Rp 54,7 miliar. Capaian itu setara dengan 93,66 persen,” sambungnya.

Baca: UMK Kudus 2023 Rp 2,4 Juta, Bagaimana Pekerja dengan Gaji Harian?

Sedangkan capaian paling baik menurut Eko yakni berasal dari pajak hiburan. Sebab, dari target Rp 465 juta, telah tercapai Rp 568 juta per November 2022 atau setara 122,27 persen.

”Kemudian ada pajak restoran yang telah tercapai 109,63 persen dari target  Rp 10,4 miliar atau tepatnya ketercapaiannya 11,3 miliar hingga akhir November,” terangnya.

Selanjutnya, ada pajak hotel dan pajak parkir yang realisasinya masing-masing mencapai 103 persen. Pajak hotel sudah tercapai kurang lebih Rp 3,4 miliar dari target sebesar Rp 3,3 miliar.

”Kemudian ada pajak parkir sudah tercapai Rp 365 juta dari target sebesar Rp 352 juta,” ungkapnya.

Baca: Scoopy Keyless yang Raib di Kudus Diduga Dicuri Perempuan

Sektor pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)-pemindahan hak juga sudah melebihhi target. Dari target sebesar Rp 36,2 miliar, hingga akhir November 2022 telah tercapai Rp 37,2 miliar atau setara dengan 102,8 persen.

”Pajak air tanah juga telah tercapai 102,23 persen. Dari yang ditargetkan sebesar Rp 3,4 miliar telah tercapai Rp 3,5 miliar,” ujarnya.

Sementara itu, Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBBP2) realisasinya telah tercapai 101,48 persen. Dari target sebesar Rp 40,8 miliar sudah tercapai Rp 41 miliar.

”Sektor pajak sarang burung walet juga sudah memenuhi target. Dari target Rp 7,84 juta hingga akhir November 2022 realisasinya sudah tercapai Rp 7,87 juta atau setara 100,29 persen,” imbuhnya.

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.