Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Santunan Kematian di Pati Diserahkan, Total Rp 258 Juta

Santunan Kematian di Pati Diserahkan Total Rp 258 Juta

Penyaluran santunan kematian di ruang Pragola Sekretariat Daerah Kabupaten Pati, Kamis (8/12/2022). (Murianews/Istimewa)

Murianews, PatiSantunan kematian di Kabupaten Pati, Jawa Tengah diserahkan. Total ada 258 ahli waris yang mendapatkan. Masing-masing dari mereka mendapatkan Rp 1 juta.

Penyerahan santunan kematian itu dilakukan Penjabat (Pj) Bupati Pati Henggar Budi Anggoro di Ruang Pragola Setda Kabupaten Pati, Kamis (8/12/2022). Itu merupakan penyaluran tahap ke IV bagi keluarga pra sejahtera.

Henggar mengatakan penyaluran bantuan itu merupakan wujud kepedulian pemerintah pada warga kurang mampu yang ditinggalkan keluarganya. Dana program itu diambilkan dari APBD Pati.

’’Alhamdulillah, pada penyerahan tahap IV ini, akan disampaikan santunan sebesar Rp 258 juta pada 258 orang ahli waris dari 16 kecamatan,’’ kata Henggar.

Baca: Kerusakan Kendeng Pati Disebut Sebabkan Banjir, Ganjar: Tambang Ilegal Sikat Saja

Program santunan kematian itu mengacu Perbup Pati Nomor 70 Tahun 2019 tentang Petunjuk Pelaksanaan Bantuan Santunan Kematian Bagi Keluarga Prasejahtera di Kabupaten Pati.

Masing-masing Keluarga Penerima Manfaat (KPM), yang memperoleh santunan ini sebelumnya telah mengajukan proposal melalui aplikasi Pati Santun. Setiap KPM mendapatkan Rp 1 juta.

’’Meski mungkin tidak seberapa, namun saya berharap agar para ahli waris tidak sekadar melihat dari nominal santunan yang diberikan. Semoga santunan yang diterima oleh KPM dapat bermanfaat dan digunakan dengan sebaik mungkin,’’ imbuh dia.

Kepala Dinsos P3AKB Kabupaten Pati Indriyanto yang hadir diacara itu menambahkan, penyaluran santunan kematian bagi keluarga pra sejahtera itu dilaksanakan secara simbolis pada 50 penerima.

’’Untuk penyerahan kali ini diserahkan secara simbolis kepada 50 perwakilan, dari 5 kecamatan, yakni Kecamatan Pati, Gabus, Margorejo, Wedarijaksa dan Tlogowungu,’’ kata dia.

Indriyanto pun mengingatkan, agar santunan kematian bagi keluarga prasejahtera ini dapat dicairkan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan. Mengingat penyaluran yang diberikan merupakan berbentuk virtual account.

’’Apabila sampai batas waktu yang ditentukan yakni 30 hari sejak diterimanya surat pengantar santunan belum juga dicairkan, maka yang bersangkutan dianggap tidak bersedia menerima bantuan (santunan kematian, red) sehingga dikembalikan ke kas daerah,’’ tandas dia.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.