Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Metro Jabar

Ridwan Kamil Diminta Tetapkan UMK Sesuai Usulan Bupati-Wali Kota

Ilustrasi Upah

Murianews, Bandung – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil diminta menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) sesuai dengan usulan Bupati/Wali Kota. Apalagi, usulan tersebut sudah diplenokan oleh Dewan Pengupahan Provinsi (Depeprov) Jabar.

Pernyataan tersebut diungkapkan Dewan Pimpinan Daerah Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPD KSPSI) Provinsi Jawa Barat, Roy Jinto Ferianto.

Ia menjelaskan, rapat pleno Depeprov Jabar dilakukan pada 1-2 Desember 2022 lalu. Dari pleno tersebut, rata-rata kenaikan UMK 2023 mencapai 10 persen. Bahkan, ada satu daerah yakni Kabupaten Bandung Barat yang menghasilkan keputusan UMK hingga 27 persen.

Baca: Naik 7,3 Persen, UMK Semarang Diusulkan Naik Jadi Rp 3.060.000

Kenaikan 10 persen tersebut, lanjutnya, sesuai dengan Pasal 7 Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) No 18 Tahun 2022. Sehingga klaimnya, besaran  kenaikan yang direkomendasikan bupati dan walikota itu tidak melanggar aturan gubernur .

”Dua tahun upah minimum tidak naik, di sisi lain BBM naik yang mengakibatkan kenaikan terhadap kebutuhan pokok dan biaya transportasi, dan penyesuaian kenaikan UMK Tahun 2023 minimal 10 persen merupakan hal yang wajar,” katanya seperti dikutip CNN Indonesia, Selasa (6/12/2022).

Roy menambahkan kenaikan upah dilakukan untuk penyesuaian terhadap dampak kenaikan harga BBM terhadap kebutuhan pokok. Hal itu dilakukan agar data beli buruh tidak merosot tajam.

KSPSI melakukan pengawalan penetapan UMK 2023 dengan melakukan aksi sejak 5 Desember-7 Desember 2023 di Gedung Sate. Adapun berdasarkan Permenaker 18 Tahun 2022, UMK ditetapkan paling lambat pada 7 Desember 2023.

”Aksi puncak akan dilakukan di 7 Desember 2022. KSPSI meminta gubernur tidak mengurangi nilai UMK Tahun 2023 yang telah direkomendasikan bupati/wali kota,” ujarnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: CNN Indonesia

Ruangan komen telah ditutup.