Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Cerita Warga Sinomwidodo Pati: Rumah Roboh dan Perabotan Hilang Disapu Banjir Bandang

Cerita Warga Sinomwidodo Pati Rumah Roboh dan Perabotan Hilang Disapu Banjir Bandang

Madyo, salah satu warga Desa Sinomwidodo, Tambakromo, Pati. (Murianews/Umar Hanafi)

Murianews, Pati – Madyo, salah satu warga Desa Sinomwidodo, Tambakromo, Pati, tak pernah membayangkan rumah yang dibangunnya sejak puluhan tahun lalu roboh diterjang banjir bandang pada Rabu (30/11/2022).

Sebelum banjir bandang menerjang, hujan lebat mengguyur Pegunungan Kendeng dan sekitarnya. Air dari atas mulai mendatangi desa itu pada Rabu petang. Warga pun mulai dievakuasi.

Salah satu warga yang berhasil dievakuasi itu adalah Madyo. Banjir terus meninggi hingga membuat rumahnya yang terbuat dari kayu jati itu roboh. Semua perabotan dan surat berharga hilang disapu banjir.

’’Banjir ada 2 meter. Sebelum roboh saya sudah diselamatkan. Selain rumah, perabotan-perabotan rumah juga hilang,” kata dia dengan terbata-bata, Jumat (2/12/2022).

Baca: Diterjang Banjir Bandang, Ratusan Rumah di Sinomwidodo Pati Rusak

Sementara warga lainnya, Liswati menuturkan banjir memang sudah biasa melanda desanya. Namun, kali ini merupakan banjir yang terparah. Biasanya tinggi air bah hanya sekitar 50 cm hingga 1 meteran.

’’Iya enam kali. Air mulai datang sekitar jam 17.00 WIB. Habis ashar mulai hujan. Sudah dikasih tahu untuk siap-siap. Dikiranya tidak separah ini. (Ketinggiannya) kalau rumah saya enggak kelihatan. Saya lari ke belakang,” kata dia.

Akibat banjir ini, dinding rumahnya rusak. Beberapa perabotan rumah juga hilang disapu banjir. Seperti mesin cuci dan beberapa alat memasak.

’’Itu bikin saya trauma. Biasanya banjir, tapi tidak separah ini. Paling satu lutut. Kemarin airnya kenceng banget tidak kayak biasanya. Pada lari ke genting, menyelamatkan diri,’’ tutur dia.

Baca: Banjir, Ratusan Warga Sinomwidodo Pati Mengungsi

Banjir mulai surut pada Kamis (1/12/2022) dini hari dan surut total pada Kamis pagi. Saat ini warga dan sejumlah sukarelawan masih bergotong royong membersihkan lumpur imbas banjir itu.

Menurutnya, selain hujan lebat, banjir ini terjadi juga disebabkan hutan di kawasan Pegunungan Kendeng gundul. Ia pun berharap ada langkah yang nyata dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati agar banjir tidak terjadi lagi.

’’Hutan jangan sampai gundul yang di bawah yang kena dampaknya kan,’’ pungkas dia.

Banjir di Desa Sinomwidodo ini juga mengakibatkan dua warga meninggal dunia. Dua korban itu yakni Sumirah (60) dan Su’ami (60).

Sumirah meninggal dunia akibat hiportemia. Ia terjebak banjir dan gagal diselamatkan lantaran kondisi yang genting. Sedangkan Su’ami meninggal dalam perawatan di rumah sakit.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.