Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Innalillahi, Korban Meninggal Akibat Banjir Bandang di Sinomwidodo Pati Bertambah

Innalillahi Korban Meninggal Banjir Bandang di Sinomwidodo Pati Bertambah

Warga membersihkan lumpur paska banjir di Sinomwidodo. (Murianews/Umar Hanafi)

Murianews, Pati – Korban meninggal akibat banjir bandang di Desa Sinomwidodo, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati bertambah menjadi dua orang. Itu diungkapkan Camat Tambakromo Mirza Nur Hidayat.

Korban kedua ini, yakni Su’ami, warga setempat. Perempuan berusia 60 tahun itu sempat mendapatkan perawatan di RSUD RAA Soewondo sebelum akhirnya meninggal dunia.

’’Tadi pagi meninggal di rumah sakit karena hiportemia. Atas nama Bu Su’ami,’’ lanjut dia.

Baca: Diterjang Banjir Bandang, Ratusan Rumah di Sinomwidodo Pati Rusak

Sebelumnya, seorang lansia bernama Sumirah meninggal usai hiportemia. Perempuan 60 tahun itu tidak kuat menahan dinginnya banjir bandang, Rabu (30/11/2022).

’’Kondisi tadi malam ada satu warga yang terjebak. Dia manula, kena penyakit, kita kesulitan antisipasi karena dibit air yang datang cukup cepat. Pukul 19.00 WIB itu air sudah sampai 2 meter sehingga kita agak kewalahan,’’ ujar Mirza.

Menurutnya, banjir kali ini merupakan yang terparah. Desa ini sering dilanda banjir, namun, banjir tidak sebesar ini. Biasanya ketinggian banjir 50 cm hingga 1 meteran.

Namun banjir kali ini, ketinggian air berkisar 2 meter hingga 2,5 meter. Beberapa warga terpaksa memanjat ke genting untuk menyelamatkan diri.

Baca: Perempuan 60 Tahun Tewas Terjebak Banjir di Tambakromo Pati

Ia menilai banjir bandang ini terjadi lantaran hujan lebat di Pegunungan Kendeng. Hutan di Pegunungan Kendeng yang mulai gundul membuat daerah serapan air di sana hilang.

’’Kalau di atas hujan deras bisa dipastikan banjir. Yang terdampak Kecamatan Winong dan Kecamatan Tambakromo (Desa Sinomwidodo, Karangwono, Keben, Tambakromo, Angkatan Kidul dan Angkatan Lor, red),” pungkas dia.

Diketahui, dampak banjir ini membuat ratusan rumah mengalami kerusakan. Saat ini beberapa relawan, personel TNI/Polri dan sejumlah sukarelawan di Pati bahu-membahu membersihkan lumpur setelah banjir surut pagi tadi.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.