Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Buruh Jepara Minta Pembahasan UMK 2023 Segera Dilakukan

Buruh Jepara Minta Pembahasan UMK 2023 Segera Dilakukan

Para buruh menghadap Pj Bupati Jepara soal kenaikan UMK 2023. (Murianews/Faqih Mansur Hidayat)

Murianews, Jepara – Buruh di Jepara meminta Dewan Pengupahan Jepara pembahasan kenaikan UMK 2023 Jepara segera dilakukan.

Permintaan itu disampaikan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jepara Raya saat menemui Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta, Rabu (30/11/2022) petang.

“Harapan kami segera dibahas. Supaya kita tahu angkanya,” kata Yohanes Sri Giyanto, Ketua Pimpinan Unit Kerja (PUK) FSPMI PT Sami JF, saat ditemui Murianews di Kantor Setda Jepara.

Baca: Tuntut UMK Naik, Buruh di Jepara Enggan Demo Bupati

Saat menghadap dewan pengupah dan Pj Bupati Jepara, Yohanes mengusulkan angka kenaikan UMK. Angka yang dimunculkan sudah dihitung berdasarkan Permenaker Nomor 18 Tahun 2022.

Dari penghitungannya, perkiraan kenaikan UMK Jepara 2023 yaitu sebesar 12,27 persen atau naik sekitar Rp 257 ribu. Artinya, jika tahun lalu UMK Jepara sebesar Rp 2,108 juta, maka tahun 2023 naik menjadi Rp 2,366 juta.

Namun, kata Yohanes, karena Permenaker Nomor 18 tahun 2022 mengamanatkan kenaikan upah sebesar 10 persen, pihaknya menganggap angka 10 persen menjadi batas paling bawah dari kenaikan UMK 2023.

’’Kalau tidak boleh melebihi 10 persen (12,27 persen, red), maka kami meminta Pj Bupati Jepara untuk merekomendasikan kenaikan UMK 2023 sebesar 10 persen,’’ jelas Yohanes.

Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Diskopukmnakertrans) Jepara, Samiadji menyatakan, akan menampung semua aspirasi dari buruh soal kenaikan UMK 2023. Aspirasi-aspirasi itu nantinya dijadikan bahan untuk pembahasan bersama dewan pengupahan.

’’Rapat soal UMK segera kami laksanakan satu atau dua hari ini,’’ kata Samiadji.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.