Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Gunakan Alat Berat, Ribuan Liter Miras Dimusnahkan Satpol PP Sukoharjo

Ilustrasi pemusnahan Barang bukti miras sitaan. (Dok Murianews)

Murianews, Sukoharjo – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo memusnahkan ribuan liter minuman keras (miras), Selasa (29/11/2022). Pemusnahan dilakukan di Halaman Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sukoharjo dengan menggunakan alat berat.

Kepala Satpol PP Sukoharjo Heru Indarjo mengatakan, ribuan miras yang dimusnahkan merupakan miras hasil sitaan Satpol PP dan limpahan dari Kejaksaan Negeri Sukoharjo yang sudah inkrah.

”Ini hasil sitaan selama satu tahun,” katanya seperti dikutip Solopos.com, Selasa (29/11/2022).

Ia menyebutkan ribuan barang bukti sitaan yang dimusnahkan itu berupa 868 botol dan 29 jeriken berisi miras. Pemusnahan dilakukan menggunakan kendaraan berat stom usai upacara HUT Korpri ke-52 di lokasi setempat.

Sementara miras-miras sitaan tersebut diketahui berasal dari hasil jual beli berbagai kedai di kawasan Kabupaten Sukoharjo.

“Karena mereka tidak berizin dan pelaksanaannya tidak sesuai dengan peruntukannya. Di wilayah Kabupaten Sukoharjo tidak boleh memperjualbelikan minuman keras jadi kami sita,” terangnya.

Menurutnya, miras dalam kemasan botol tersebut diperkirakan akan diedarkan menjelang perayaan tahun baru 2023. Pihaknya akan terus gencar mengadakan operasi kembali demi mencegah tindak pidana kriminal.

Dia mengatakan Satpol PP ke depan akan fokus pada pemusnahan atau pemberantasan peredaran miras ilegal. Apalagi, beberapa kejadian kriminalitas dipicu dari kondisi pelaku yang berada di bawah pengaruh miras.

Terpisah, Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan mengatakan akan terus melaksanakan Kegiatan Kepolisian yang ditingkatkan (KKYD) jelang Nataru.

”Secara resmi belum ada petunjuk dari satuan atas. Tetapi kami laksanakan kegiatan KKYD. Sasarannya penyakit masyarakat, seperti peredaran ilegal miras, balap liar, knalpot brong, pencurian, pencurian dengan kekerasan [curas], pencurian dengan pemberkatan [curat] dan lainnya,” terang Kapolres.

Kapolres mengatakan kegiatan tersebut rutin dilaksanakan dan sasaran prioritas operasi pada malam hari. Di antaranya pada saat ada kegiatan masyarakat yang mengundang orang banyak maupun pada malam hari menjelang libur.

Di sisi lain, di Kabupaten Sukoharjo, penjualan miras ilegal melanggar aturan Perda Kabupaten Sukoharjo nomor 6 tahun 2017 tentang pengawasan, pengendalian, peredaran, dan penjualan minuman beralkohol.

”Sebagaimana kita ketahui bersama, miras bisa dikatakan sebagai sumber kriminalitas, baik itu ketertiban lalu lintas, penganiayaan, dan kejahatan-kejahatan asusila,” terangnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Ruangan komen telah ditutup.