Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Kasus Perundungan Bocah SD di Grobogan Damai usai Dimediasi

Kasus Perundungan Bocah SD di Grobogan Damai usai Dimediasi

Ilustrasi. (Murianews/Nafis Silachul Aufa)

Murianews, Grobogan – Kasus perundungan bocah SD di Kabupaten Grobogan berakhir damai. Itu setelah orang tua korban maupun terduga pelaku perundungan dimediasi, Selasa (29/11/2022).

Kapolres Grobogan AKBP Benny Setyowadi mengatakan, dalam mediasi itu disepakati kasus tersebut diselesaikan secara kekeluargaan. Kesepakatan itu disaksikan kades dan perangkat desa tempat tinggal korban maupun terduga pelaku.

’’Sudah dibuatkan surat kesepakatan bersama antara pengadu dan teradu, bahwa kedua belah pihak sama-sama mengakui kesalahan dan saling memaafkan,’’ ujar Kapolsek.

Baca: Jadi Korban Perundungan, Bocah SD di Grobogan Mengurung Diri di Kamar

Selain itu, pihak keluarga korban menerima biaya pengobatan sebesar Rp 1,5 juta. Keduanya juga sepakat untuk menyelesaikan permasalahan yang sempat timbul di media sosial secara kekeluargaan.

’’Terkait postingan di media sosial, keduanya tidak akan saling menuntut apabila ada pemberitaan di media sosial yang muncul kembali. Postingan di media sosial juga akan dihapus,’’ tambahnya.

Kapolres menyatakan, pihak keluarga teman korban juga melakukan kunjungan ke rumah korban untuk menjalin kembali silaturrahmi. Selain itu juga membantu penyembuhan kesehatan dan psikologis korban.

dijelaskan, bocah yang diduga korban perundungan itu pun sudah membaik dan kembali bersekolah.

’’Pada Selasa hari ini, korban sudah membaik dan sudah masuk sekolah,’’ kata dia.

Baca: Lindungi Anak dari Perundungan dan Kekerasan, Jateng Luncurkan Jogo Konco

Sebelumnya diberitakan, bocah SD di Kabupaten Grobogan diduga jadi korban perundungan oleh orang tua teman korban.

Gara-garanya, korban dituduh mencuri mainan milik teman korban. Akibatnya, korban sempat mengurung diri di kamar dan tidak masuk sekolah beberapa hari.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.