Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Naikkan Angka Konsumsi Ikan, Karanganyar Luncurkan Kampung Seafood dan Pusat Ikan

Naikkan Angka Konsumsi Ikan Karanganyar Luncurkan Kampung Seafood dan Pusat Ikan

Bupati Karanganyar Juliyatmono bakar ikan di Grand Opening Pusat Ikan Karanganyar dan Kampoeng Ikan (twitter/@Karanganyarkab)

Murianews, Karanganyar – Upaya untuk menaikkan angka konsumsi ikan (AKI) masyarakat terus dilakukan Pemkab Karanganyar, Jawa Tengah. Terbaru, Pemkab Karanganyar meluncurkan Kampung Seafood dan Pusat Ikan.

Kampung Seafood dan Pusat Ikan resmi diluncurkan oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono, Senin (28/11/2022). Lokasinya ada di Desa Lalung, Kecamatan Karanganyar.

Kehadiran sentra penjualan ikan ini diharapkan bisa mendorong naiknya angka konsumsi ikan (AKI) di Kabupaten Karanganyar yang terbilang masih sangat rendah.

Baca juga: UMK Naik 10 Persen Usai Gunakan Permenaker No 18, Buruh Karanganyar Sumringah

Di mana, AKI Kabupaten Karanganyar saat ini hanya 21 kg/kapita. Angka ini jauh lebih rendah dari AKI nasional yang sebesar 55,37 kg/kapita (2021).

Selain Kampung Seafood dan Pusat Ikan, ada tempat penjualan ikan lain di Kabupaten Karanganyar. Yakni di Grosir Ikan GRM Anak Pantai. Pasar ikan ini terletak di Jl. Adi Sumarmo, Gedongan, Colomadu, tepatnya sebelah barat Puskesmas Gedongan, Kecamatan Colomadu.

Bupati Karanganyar Juliyatmono mendorong adanya kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan AKI. “Kami berharap Kampung Seafood dan Pusat Ikan ini bisa meningkatkan konsumsi ikan di Kabupaten Karanganyar yang memang masih rendah. Dari segi bisnis, semoga usaha ini lancar, pedagang-pedagang ikan juga laris dan menjadi berkah untuk semuanya,” kata Bupati yang karib disapa Yuli ini.

Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (Dispertan PP) Karanganyar Siti Maesyaroch mengatakan, salah satu penyebab rendahnya AKI tersebut adalah karena letak Karanganyar yang jauh dari laut.

”Kenapa Karanganyar rendah? Karena jauh dari laut. AKI Karanganyar ini tentu beda dengan daerah-daerah yang di pinggir laut,” ujarnya di sela-sela acara peluncuran Kampung Seafood dan Pusat Ikan.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengampanyekan gerakan gemar makan ikan. Selain itu, pihaknya juga mendukung pihak swasta yang membuka usaha terkait perikanan untuk membantu meningkatkan AKI.

”Kami mendukung dengan adanya usaha perikanan karena akan meningkatkan AKI,” imbuhnya, seperti dilansir dari Solopos.com.

Disinggung mengenai harga ikan yang relatif lebih mahal dibandingkan makanan lainnya, Siti Maesyaroch mengatakan masyarakat dapat memilih jenis ikan yang lebih terjangkau. ”Masyarakat bisa memilih jenis yang harganya terjangkau,” jelasnya.

Sementara itu, pemilik Kampung Seafood dan Pusat Ikan, Eko Kristanto, mengatakan restorannya menyediakan aneka masakan ikan. Selain itu, restorannya juga diramaikan dengan adanya kios atau pasar ikan di kompleks yang sama.

Menurutnya, keduanya adalah bagian dari upaya mendukung pemerintah dalam meningkatkan AKI sekaligus memberdayakan UMKM.

“Di sini tidak hanya ada resto yang menyediakan aneka masakan ikan. Tetapi juga ada pusat penjualan ikan,” ujarnya di sela-sela peluncuran Kampung Seafood dan Pusat Ikan.

Ia menambahkan bahwa sudah ada 18 UKM yang berdagang di Pusat Ikan tersebut. Untuk sementara, Pusat Ikan buka pukul 16.00 WIB hingga 24.00 WIB.

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: solopos.com

Ruangan komen telah ditutup.