Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

KSPSI Heran Kudus Jadi Satu-satunya di Jateng Pertumbuhan Ekonominya Minus

KSPSI Kudus. (MurianewsAnggara Jiwandhana)

Murianews, Kudus – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPSI) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, kini tengah dibuat pusing dan heran dengan pembahasan upah minimum kabupaten (UMK) Kudus 2023. Itu karena pertumbuhan ekonomi di Kudus minus.

Padahal, formulasi penghitungan UMK 2023 sesuai Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 18 Tahun 2022 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2023 adalah inflasi daerah ditambah pertumbuhan ekonomi (PE) dikali alfa.

Sementara untuk Kudus, penghitungannya hanya dilakukan dengan mengalikan laju inflasi saja. Hal tersebut dikarenakan pertumbuhan ekonominya minus, yakni -1,98.

”Ini yang membuat kami heran, kok bisa Kudus jadi satu-satunya di Jateng yang pertumbuhan ekonominya minus. Karena tidak bisa dihitung dengan PE Kudus, kami kemarin mengusulkan pakai PE dari Jateng saja,” kata Ketua KSPSI Kudus Andreas Hua, Senin (28/11/2022).

Baca: Pembahasan UMK Kudus 2023 Alot, Ini Usulan Buruh, Pengusaha dan Pemerintah

Dengan menggunakan pertumbuhan ekonomi dari Jawa Tengah, lanjut Andreas, maka UMK Kudus 2023 bisa menjadi Rp 2.476.732,23. Atau selisih Rp 36 ribuan dengan UMK Kudus 2023 sesuai penghitungan pemerintah yakni Rp 2.439.813,98.

”Ini memang menjadi usulan kami, UMK Kudus 2023 naik di angka Rp 2.476.732,23,” pungkasnya.

Baca: UMK Kudus 2023 Diperkirakan Naik jadi Segini

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disnaker Perinkop UKM) Kudus Rini Kartika Hadi Ahmawati mengungkapkan, terkait penetapan UMK Kudus 2023, saat ini Dewan Pengupahan masih melakukan pembahasan.

”Kami dari pemerintah daerah tentu akan berupaya menampung semua aspirasi mereka, akan kami carikan jalan tengahnya,” pungkas dia.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.