Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

RSUD Kudus Bersiap jadi Rumah Sakit Pendidikan

RSUD Loekmono Hadi Kudus. (Murianews/Anggara Jiwandhana)

Murianews, Kudus – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Loekmono Hadi Kudus, Jawa Tengah, tengah mempersiapkan diri untuk menjadi salah sat rumah sakit rujukan pendidikan di Kota Kretek. Menyusul banyaknya mahasiswa kesehatan yang magang di rumah sakit berpelat merah itu.

Data internal RSUD Loekmono Hadi mencatat kurang lebih ada 500-an pemagang di tiap tahunnya. Baik dari jenjang sekolah menengah kejuruan (SMK) hingga mahasiswa kedokteran berbagai universitas di Jawa Tengah.

”Karena itu kami bersiap menjadi rumah sakit pendidikan mengingat tingginya animo magang di sini jadi harus dipersiapkan semuanya agar ada peningkatan kualitas mutu pendidikannya,” kata Kepala Bidang Pelayanan RSUD Kudus dr Akhmad Luthfi usai sesi Forum Konsultasi Publik di @HOM Hotel, Senin (28/11/2022).

Penyiapan bidang khusus yang akan menangani para pemagang pun kini tengah dikonsultasikan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus. Penyiapan peraturan bupati juga akan dilakukan agar secara administrasi tidak ada permasalahan.

Baca: Ini yang Bikin Pembangunan IBS RSUD Kudus jadi Mahal

Dengan diaturnya segala hal terkait permagangan di RSUD Loekmono Hadi Kudus, pihaknya pun berharap akan ada hal baik yang bisa dipetik. Mengingat selama ini, para pemagang memang hanya secara asal menempatkan surat magang saja.

”Tujuannya adalah menjamin kualitas dan mutu magang mereka, memberikan arahan hingga apa saja yang memang dibutuhkan oleh para pemagang, selama ini kan belum ada bagian khusus yang seperti itu,” sambungnya.

Selain menyiapkan segala kelengkapan administrasi, RSUD Loekmono Hadi Kudus kini juga terus melengkapi peralatan medis. Dengan tujuan utama untuk menjadikan RSUD Kudus menjadi rujukan utama warga Kudus dan sekitarnya.

”Catheterization laboratory (Cath Lab), extracorporeal shock wave lithotripsy (ESWL) hingga transcortical magnetic stimulation (TMS),” pungkasnya.

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.