Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Opini

Yakinkah Generasi Milenial Melek Politik?

Noorma Ayu Widiyastuti *)

ANAK muda di zaman sekarang melihat panasnya dunia politik di Indonesia menjadi suatu hal yang berbeda di zamannya. Politik bukan hanya sekadar membahas keributan elit saja, akan tetapi politik sebagai rangkaian kebijakan publik yang berpengaruh disetiap kehidupan para generasi milenial bangsa.

Generasi yang lahir sekitar tahun 1980-1995 menjadikan mereka semakin berpikir kritis tentang dunia politik yang cukup unik bagi mereka.

Perkembangan tekhnologi yang cukup maju dan berkembang menjadikan berbagai isu perpolitikan serta kasus-kasus para politisi yang tidak masuk akal mejadikan bumerang bagi dirinya, sehingga mejadi viral di media sosial.

Isu perpolitikan di Indonesia semakin menjadi perbincangan publik di kalangan anak muda milenial, kontroversi dunia politik semakin menyebar di dunia digital tanpa memikirkan dampak yang akan terjadi pada masa depan.

Politik tidak hanya dilakukan setiap lima tahun sekali dalam pemilihan umum atau dengan pemilihan pemimpin daerah di setiap wilayah. Hal tersebut menjadi salah contoh pemikiran anak muda di zaman sekarang yang hanya mengetahui dunia politik hanya sebatas pemilihan umum saja.

Minimnya pengetahuan tentang dunia perpolitikan menjadikan para elit semakin tidak memperdulikan aspirasi anak muda mengenai politik yang hanya dianggap sebagai gurauan semata.

Banyak yang belum mengetahui bahwa politik sudah melekat pada diri kita sejak lahir sampai kita meninggal nanti. Hal itu dikarenakan dari lahir kita sudah diatur oleh undang-undang mengenai kelahiran sampai dengan undang-undang pemakaman.

Definisi politik yang tiap tahunnya semakin kabur dan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada seolah-olah hanya dijadikan patokan oleh anak muda, sehingga wajar apabila ada yang beranggapan bahwa anak muda milenial tidak peduli dengan politik. Opini mengenai anak muda yang tidak peduli dengan politik menjadikan salah satu opini yang hanya dianggap sebelah mata dalam dunia perpolitikan. Lalu bagaimana generasi milenial menyikapi opini tersebut?

Zaman modern menjadikan anak muda milenial semakin berpikir apatis mengenai hal yang dapat memisahkan kehidupan mereka, baik dalam hal politik maupun sosial yang keduannya tidak dapat dipisahkan. Sulit rasanya kita sebagai anak muda yang melek politik dianggap sebagai lelucon oleh para elit.

Bersuara dan memberontak menjadikan salah satu hal yang menjadi landasan kuat dalam melakukan tugas politik sebagai anak muda bangsa dalam menghadapi kerasnya dunia politik, serta terdapat banyak hal didepan mata yang menjadi representasi bagi generasi milenial dalam berpolitik.

Suara Anak Muda

Ketika anak muda melepas tanggung jawabnya sebagai generasi penerus bangsa, pada saat itu juga para politisi memanfaatkan keadaan dalam berpendapat. Banyak politisi di Indonesia yang memiliki motivasi yang sama denga tujuan yang berbeda seperti memotivasi dirinya demi bangsa dan negara.

Para elit membuat motivasi mengenai perpolitikan di Indonesia seperti ucapan di mulut saja dan tidak di imbangi dengan pelaksanaan kegiataan. Bagi generasi milenial omong kosong merupakan kalimat yang cocok untuk menggambarkan motivasi yang selama ini dibuat oleh para elit. Perebutan kursi yang memanas tiap lima tahun sekali menjadikan para elit berlomba-lomba membuat motivasi yang epik untuk mempengaruhi masayarakat generasi milenial.

Suara anak muda sangat berharga bukan hanya di bilik suara saja melainkan juga di dalam kondisi saat ini yang membutuhkan berbagai macam suara terkait dengan sistem pemerintahan yang masih tidak sesuai dengan yang di harapkan masyarakat secara menyeluruh.

Suatu harapan yang diberikan masyarakat kepada para politisi setiap tahun semakin mengecewakan dan tidak sesuai dengan harapan masyarakat. Dalam sistem demokrasi yang diterapkan di Indonesia hanya itu satu-satunya yang anak muda punya berupa suara aspirasi untuk bisa memaksakan para penguasa elit melakukan apa yang kita hendaki.

Sebagai generasi milenial yang tumbuh di era globalisasi yang semakin meningkat menjadikan anak muda semakin mudah dalam beraspirasi baik didalam media sosial maupun turun langsung ke lapangan agar aspirasi kita dapat ditampung oleh pemerintah.

Ada banyak berbagai cara untuk menyatukan anak muda generasi milenial di Indonesia dari sabang sampai merauke untuk sama-sama bersatu dalam sebuah forum yang membahas tentang pemahaman dan pemikiran kreatif mengenai sikap untuk melakukan sesuatu yang berkaitan dengan politik

Sudah seharusnya kita sebagai anak muda harus mempunyai kesadaran penuh mengenai dunia politik agar bisa membedakan berbagai lelucon yang dilakukan oleh para politisi yang seharusnya tidak mengubah niatan baik generasi milenial, agar mau memperbaiki kondisi perpolitikan di Indonesia dengan beberapa cara yang baik sehingga bisa dijadikan contoh yang baik didepan masyarakat. (*)

 

*) Mahasiswa IAIN Kudus

Ruangan komen telah ditutup.