Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Piala Dunia 2022

Berbagai Maskot Pernah digunakan di Piala Dunia

Maskot Piala Dunia 2022

Berbagai bentuk maskot yang pernah digunakan di Piala Dunia.(grafis)

Murianews, Doha – Berbagai maskot pernah digunakan di Piala Dunia. Tradisi itu muncul sejak Piala Dunia 1966 di Inggris. Maskot Piala Dunia biasanya berbentuk hewan atau bentuk lain yang digali berdasarkan budaya dan karakter negara tuan rumah.

Maskot hewan singa bernama Willie adalah maskot pertama yang digunakan di Piala Dunia. Karakter ini sesuai dengan Inggris yang menjadi tuan rumah Piala Dunia saat itu.

Kemudian berikutnya ada makot berupa anjing bernama Striker yang digunakan di Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. Ayam jantan bernama Footix juga muncul sebagai maskot saat Piala Dunia digelar di Prancis pada 1998.

Di Piala Dunia 2006 Jerman, muncul maskot berupa hewan singa, yang diberi nama Goleo VI. Lalu di Piala Dunia 2018 Rusia, maskot hewan yang diketengahkan adalah serigala bernama Zabivaka.

Maskot lain diluar binatang, juga pernah diketengahkan di beberapa Piala Dunia. Misalnya topi rumput di Piala Dunia Meksiko 1986. Lalu Argentina pada Piala Dunia 1979 mengetengahkan maskot berupa jersey biru-putih khas Argentina.

Di Piala Dunia Italia 1990, maskot yang tidak menggunakan unsur binatang juga dimunculkan. Saat itu Italia memunculkan maskot berupa bendera tiga warna, merah-putih-hijau, yang identic dengan warna bendera mereka.

BACA JUGA: Cenderamata Piala Dunia 2022 Diproduksi China

Saat Piala Dunia 2002 dimana Jepang dan Korea Selatan menjadi tuan rumah bersama, maskot yang muncul sangat unik. Berbeda dari maskot sebelumnya yang diekplor dari budaya dan ciri khas negara tuan rumah, kali ini Jepang-Korsel mengetengahkan maskot dalam bentuk imajiner.

Maskot imajiner yang digunakan di Piala Dunia 2002 Jepang-Korsel dibentuk dari tiga karakter. Karakter-karakter itu dihasilkan computer dan diberinama Ato, Kaz dan Niks.

Maskot dalam Piala Dunia digunakan untuk menarik perhatian para penggemar, terutama mereka yang sebelumnya bukan penggemar sepak bola. Selain itu untuk menaikan daya tarik turnamen ini.

Kepentingan pembentukan citra bagi tuan rumah juga menjadi salah satu alasan mengapa maskot akhirnya digunakan. Sehingga beberapa sektor seperti pariwisata, kuliner dan penjualan produk resmi bisa menghasilkan pemasukan bagi negara tuan rumah.

Maskot unik lain yang pernah muncul di Piala Dunia adalah Naranjito. Maskot ini digunakan di Piala Dunia 1982 yang berlangsung di Spanyol. Naranjito adalah sebuah jeruk, yang menjadi bagian penting pertanian di Spanyol.

Penggunaan jeruk Naranjito di Piala Dunia 1982 Spanyol, bahkan disebut-sebut berdampak bagi nilai ekspor produksi jeruk mereka. bahkan meningkatkan volume ekspor jeruk Spanyol dalam beberapa tahun berikutnya.

Kini di Piala Dunia 2022, Qatar menampilkan maskot La’eeb. Sebuah bentuk yang juga abstrak namun berakar dari budaya dan karakter Qatar.

Penulis: Budi Santoso
Editor: Budi Santoso
Sumber: soha.vn

Ruangan komen telah ditutup.