Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Sawah Kena Proyek Tol Semarang-Demak, Kakek di Demak Ini Belum Terima Ganti Rugi

Foto: Penampakan pembangunan jalan tol Semarang-Demak seksi 2. (bpjt.pu.go.id)

Murianews, Semarang — Seorang kakek asal Desa Pulosari, Karangtengah, Kabupaten Demak bernama Ahmad Suparwi (72) mengaku belum menerima uang ganti rugi setelah sawahnya terkena proyek Tol Semarang-Demak.

Padahal, tol tersebut sudah hampir jadi dan sudah diujicobakan sejak Jumat (18/11/2022) lalu.

Kepada awak media, ia menceritakan, lahan miliknya yang terdampak proyek tol tersebut memiliki luas sekitar 3.940 km persegi. Hampir seluruh lahannya dipakai untuk jalan tol Semarang-Demak Seksi 2 dan tinggal tersisa sekitar 200 meter.

Baca: Ganjar Bentuk Tim Khusus Atasi Pembebasan Lahan Tol Semarang-Demak

”Tanah saya belum dibayar. Tapi, Jalan Tol Semarang-Demak sudah digunakan. Padahal sekarang tinggal sisa sedikit, sekitar 200 meteran,” kata Suparwi seperti dikutip Solopos.com, Jumat (25/11/2022).

Suparwi pun mengaku heran kenapa tanah miliknya bisa dibangun jalan tol. Padahal, surat-surat atau sertifikat tanah itu masih dipegang dirinya. Ia juga pernah menghadiri sosialisasi pembangunan jalan tol tersebut pada 1997 silam.

”Terus ini gimana nasib saya orang kecil seperti ini,” keluh dia.

Lebih lanjut, setelah sekian tahun kemudian seusai sosialisasi, Suparwi menyampaikan tidak ada kabar lagi terkait proyek tersebut. Sehingaa ia kaget, saat ada alat berat tiba-tiba menguruk sawah yang masih digarap.

”Itu [dikeruk] sekitar tahun 2018 kalau enggak salah,” ujarnya.

Suparwi pun sangat kecewa karena sampai saat ini haknya untuk mendapat ganti rugi lahan tersebut belum diterima. Padahal, tanah yang awalnya berbentuk persawahan itu, akan digunakan untuk tabungan hari tua.

Baca: Tak Dibuka 24 Jam, Ini Jadwal Buka Tol Semarang-Demak

Suparwi pun mengaku sempat ingin mengadukan permasalahan yang dialami kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ia bahkan pernah berniat menemui Jokowi saat Presiden RI itu berkunjung ke Pasar Peterongan, 5 Juli lalu.

Meski demikian, upayanya menemui Jokowi terganjal Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

”Semoga Pak Presiden mau menyelesaiakna permasalahan ini. Saya juga pernah mau ketemu Presiden waktu di Pasar Peterongan, 5 Juli lalu. Tapi saya dipegang Paspampers dan katanya surat saya nanti bakal disampaikan ke Presiden,” ujarnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Ruangan komen telah ditutup.