Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Tewaskan 8 Orang, Sopir Bus Maut Panca Tunggal Wonogiri Jadi Tersangka

Kondisi bus panca tunggal usai terguling di Dusun Kepuh Kidul, RT 02 RW 03, Desa Bumiharjo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri pada Senin (21/11/2022) malam.(Solopos.com/Luthfi Sobri Marzuqi)

Murianews, Wonogiri – Sopir Bus Panca Tunggal Wantiyo (44) resmi dijadikan tersangka atas kecelakaan tunggal yang menewaskan delapan orang saat terperosok di Gunung pegat Wonogiri, Desa Bumiharjo, Kecamatan Nguntoronadi, Senin (21/11/2022) malam.

Pernyataan tersebut diungkapkan langsung oleh Kapolres Wonogiri, AKBP Dydit Dwi Susanto. Ia pun memastikan, tersangka sudah ditahan sejak Selasa (22/11/2022).

”Penyidik telah menetapkan saudara Wiyanto sebagai tersangka dan sudah dilakukan penahanan sejak Selasa (22/11/2022) lalu di Rumah Tahanan Polres Wonogiri,” katanya seperti dikutip Solopos.com, Kamis (24/11/2022).

Baca: Bus Panca Tunggal Terperosok di Gunung Pegat Wonogiri, 8 Orang Meninggal

Berdasar hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Polda Jawa Tengah bersama Satlantas Polres Wonogiri telah menemukan sejumlah fakta terkait kejadian kecelakaan tunggal tersebut.

Di antaranya, bus berpelat nomor AD 1684 BG terakhir kali melakukan uji kir pada 2 Maret 2021 atau tak melakukan uji kir selama tiga kali berturut-turut. Kedua, ditemukan kondisi ban minibus yang gundul.

”Selain itu, Wiyanto hanya memiliki SIM A, yang mana bukan kelasnya. Harusnya pengemudi minibus mempunyai SIM B-1 Umum,” imbuhnya.

Baca: Tak Paham Medan, Sopir Bus Panca Tunggal Ngeyel saat Diingatkan Warga

Ia menambahkan, menurut keterangan sejumlah saksi yang telah diperkisa, jumlah penumpang juga melebihi kapasitas. Berdasar data yang dihimpun, bus tersebut mengangkut 43 penumpang sebelum kecelakaan.

Atas temuan itu, Kapolres Wonogiri menyebut sopir minibus dikenakan Pasal 311 ayat 5 dan ayat 3 juncto Pasal 310 ayat 4 dan ayat 2 dalam Undang-Undang (UU) No. 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Merujuk pada Pasal 311 ayat 5, Wantiyo terancam hukuman pidana maksimal 12 tahun penjara.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Ruangan komen telah ditutup.