Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Kena Penipuan Mengatasnamakan JNT, Warga Pati Kehilangan Rp 98 Juta

Kena Penipuan Mengatasnamakan JNT, Warga Pati Kehilangan Rp 98 Juta
Ilustrasi

Murianews, Pati – Modus penipuan mengatasnamakan JNT memakan korban di Kabupaten Pati. Suparman, Warga Jambean Kidul Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati mengaku kehilangan Rp 98 juta yang tersimpan di rekening BRI atas nama istrinya.

Peristiwa itu dialami Suparman pada Kamis (24/11/2022) sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu istrinya, Ana Nila Sari, mendapatkan pesan WA dari seseorang yang mengaku sebagai kurir JNT Express.

’’Istri saya mendapatkan WA dari seseorang yang mau kirim paket dengan menyertakan sebuah link yang tertulis JNT,’’ ujar Suparman.

Baca: Ada Penipuan Ngaku Polisi, Kapolres Pesan Ini ke Warga Wonogiri

Istrinya pun diminta untuk mengklik link yang bergambar aplikasi JNT. Tanpa curiga, link pun diklik. Tak berlangsung lama setelah kejadian itu, ia mendapatkan notifikasi pengambilan uang dari BRI. Padahal tidak sedang mengambil uang.

Setidaknya, ada tiga notifikasi pengambilan uang. Pertama senilai Rp 49,9 juta, kedua Rp 40 juta dan terakhir Rp 8,89 juta.

Jarak antara notifikasi SMS BRI pertama dan kedua sekitar 7 menit saja. Kemudian antara kedua dan ketiga sekitar 29 menit.

’’Total hampir Rp 100 juta diambil,’’ kata Suparman.

Baca: Geger Dugaan Penipuan Berkedok Reseler Mi Instan di Pati, Total Kerugian Ratusan Juta

Setelah menyadari itu merupakan penipuan, Suparman beserta istrinya pun bergegas ke Kantor Cabang BRI Margorejo untuk memblokir rekening dan menanyakan kejadian ini.

’’Saya tanya ke bank BRI katanya tidak terlacak. Karena (pelaku) memakai virtual account. Bukan pakai rekening BRI,’’ ungkap dia.

Mereka juga melaporkan kejadian ini ke pihak Polsek Margorejo dengan harapan ditindaklanjuti. ’’Semoga saja tidak ada yang tertipu seperti saya ini,’’ tandas dia.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi, pihak Polsek Margorejo belum memberikan keterangan hingga berita ini ditulis.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.