Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

1.000 Orang Kaya Berobat Pakai BPJS Kesehatan, Kuras Keuangan Negara  

1.000 Orang Kaya Berobat Pakai BPJS Kesehatan, Kuras Keuangan Negara  
Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Murianews, Jakarta – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin masih heran lantaran banyak orang kaya yang justru berobat menggunakan BPJS Kesehatan. Bahkan, penyakit yang ditanggung itu merupakan kategori berat dengan pengeluaran biaya yang tidak sedikit.

Budi mencatat, ada sekitar 1.000 orang kaya menggunakan BPJS Kesehatan untuk berobat. Sehingga, pihaknya akan mengecek apakah mereka orang yang berhak mendapatkan BPJS Kesehatan atau tidak berhak.

Dalam hal ini, pihaknya akan melakukan pengecekan melalui tagihan listrik bulanan terhadap 1.000 orang yang biaya perawatannya paling membebani keuangan BPJS Kesehatan.

Baca: BPJS Kesehatan Tanggung Biaya Pengobatan Pasien Gagal Ginjal Akut Misterius

”Saya mau lihat 1.000 orang yang paling banyak expense-nya di BPJS. Saya mau tarik datanya, saya mau lihat itu PLN-nya besarnya berapa,” kata Budi, dikutip dari CNNIndonesia.com, Kamis (24/11/2022).

Ia menyebut dirinya bakal mengukur kekayaan 1.000 peserta yang paling membebani BPJS melalui besaran volt ampere (VA) listrik yang dikonsumsi. Menurutnya, jika seseorang memiliki besar VA di atas 6.600, maka ia tergolong ke dalam masyarakat yang mampu alias kaya.

”Kalau VA-nya di atas 6.600, yang pasti itu adalah orang yang salah. Karena saya juga dengar sering sekali banyak orang-orang yang dibayarin besar itu banyaknya, mohon maaf, orang-orang kadang konglomerat juga,” kata Budi.

Baca: Menkes: Banyak Konglomerat Berobat Pakai BPJS Kesehatan

Peserta BPJS Kesehatan dari golongan orang kaya tidak seharusnya bergantung banyak pada pelaksana Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) itu. Sebagai gantinya, mereka seharusnya mengombinasikan iuran jaminan sosial BPJS Kesehatan dengan asuransi swasta jika ingin berobat.

Oleh karena itu, Budi mengatakan saat ini pemerintah bersama dengan asuransi swasta tengah membahas rencana kombinasi pembayaran atau coverage biaya perawatan kesehatan masyarakat yang dilakukan BPJS Kesehatan dan swasta.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: CNNIndonesia.com

Ruangan komen telah ditutup.