Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Rumah Kebakaran, Warga Pojok Grobogan Kehilangan Rp 300 Juta

Rumah Kebakaran, Warga Pojok Grobogan Kehilangan Rp 300 Juta
Asap membumbung tinggi di rumah milik Priyoto, warga Dusun Tanggung RT 01/RW 01, Desa Pojok, Tawangharjo, Grobogan, Jawa Tengah. Kamis (24/11/2022). (Murianews/Istimewa)

Murianews, Grobogan – Musibah kebakaran terjadi di Desa Pojok, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, Kamis (24/11/2022). Peristiwa ini menimpa rumah Priyoto, warga yang tinggal di Dusun Tanggung.

Dalam kejadian itu, Priyono sempat terkena percikan api hingga dilarikan ke Puskesmas setempat. Adapun akibat kebakaran itu, pemilik mengalami kerugian hingga Rp 300 juta.

Camat Tawangharjo Joko Supriyanto mengatakan, kejadian itu pertama kali diketahui Luri, warga setempat. Saat itu ia hendak berkunjung ke rumah korban sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, dia melihat ada asap di bagian belakang rumah.

Baca: Kalah, Sepak Bola Grobogan Gagal ke Porprov

’’Saksi kemudian masuk ke dalam rumah dan mendapati pemilik rumah sedang tidur. Pemilik rumah dibangunkan dan diberitahu rumahnya kebakaran,’’ papar Camat.

Mengetahui ada kebakaran di rumahnya, Priyono bergegas bangun dan berniat menyelamatkan barang-barang berharga. Namun api sudah kadung membesar, hingga korban mengalami luka bakar saat itu.

’’Kejadian itu kemudian dilaporkan ke petugas pemadam kebakaran. Sekitar pukul 09.45 WIB, api berhasil dipadamkan,’’ kata dia.

Baca: Rumah Mendadak Roboh, Nenek 70 Tahun di Grobogan Nyaris Jadi Korban

Priyoto, pemilik rumah yang sempat mengalami luka bakar pun dilarikan ke Puskesmas setempat. Korban mengalami luka bakar ringan di bagian tangan dan punggung.

Sementara itu, berdasar keterangan Tim Inavis Polres Grobogan, diduga kebakaran tersebut berasal dari hubungan arus pendek. Adapun kerugian materiil kurang lebih Rp 300 juta, karena banyak benda berharga yang raib.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.