Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Dapil dan Alokasi Kursi DPRD Pati Mulai Disusun

Dapil dan Alokasi Kursi DPRD Pati Mulai Disusun
Rapat Koordinasi Penyusunan Daerah Pemilihan (Dapil) dan Alokasi Kursi DPRD Pati dalam Pemilu 2024. (Murianews/Umar Hanafi)

Murianews, Pati – Komposisi daerah pemilihan (Dapil) dan alokasi kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati dalam Pemilu 2024 mulai disusun. Penyusunan dilakukan dalam Rapat Koordinasi yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pati.

Kegiatan yang dibuka Penjabat (Pj) Bupati Pati Henggar Budi Anggoro itu dihadiri berbagai perwakilan partai politik serta sejumlah elemen masyarakat. Acara itu digelar di Ruang Amarilis Hotel New Merdeka, Rabu (23/11/2022).

Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Pati, Supriyanto mengatakan, sebelum rapat, pihaknya telah mengonsep tidak ada perubahan Dapil.

Baca: Pembangunan Jembatan Juwana Pati Mulai Dikeluhkan

Artinya jumlah dapil dalam konsep yang diajukan KPU Pati masih sama seperti pemilu legislatif sebelumnya, yakni lima dapil.

Namun, pihaknya memberi ruang bagi partai politik calon peserta pemilu dan elemen masyarakat terkait untuk menyampaikan masukan.

’’Kami memberi ruang apabila menurut mereka konsep dari kami perlu dibenahi,’’ kata dia.

Masukan dan tanggapan masyarakat tersebut, lanjutnya, nantinya dikaji dan disesuaikan dengan tujuh prinsip yang terkandung dalam UU nomor 7 tahun 2017 dan PKPU nomor 6 tahun 2022.

Baca: Dana Cadangan Pilkada 2024 Disahkan, Ini Tanggapan KPU Pati

Ketujuh prinsip tersebut yakni kesetaraan nilai suara, ketaatan pada sistem pemilu yang proporsional, proporsionalitas, integralitas wilayah, berada dalam cakupan wilayah yang sama, kohesivitas, dan kesinambungan.

Jika setelah dikaji, masukan masyarakat tidak menyalahi ketujuh prinsip tersebut, maka masukan tersebut diujipublikkan sebelum disampaikan secara resmi kepada KPU RI.

Sementara itu, Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro mengatakan dalam agenda itu mesti ada penyatuan persepsi di antara pihak-pihak yang hadir. Dengan begitu, diharapkan tidak muncul permasalahan di kemudian hari dalam penyelenggaraan Pemilu 2024.

Henggar juga menekankan perlunya sinergi bersama dalam persiapan event akbar pesta demokrasi 2024 mendatang untuk mencegah konflik sosial.

’’Butuh sinergi semua elemen, sehingga tercipta keamanan, ketertiban, dan tidak ada dampak negatif. Potensi konflik sosial yang terprediksikan bisa dicegah,’’ ujar dia.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.