Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Kadin Minta Kenaikan Upah Pekerja Disesuaikan Kondisi Industri

Kadin Minta Kenaikan Upah Pekerja Disesuaikan Kondisi Industri
Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid (Tempo.co)

Murianews, Jakarta – Pemerintah telah menetapkan besaran kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) maksimal 10 persen. Ketentuan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 18 Tahun 2022.

Namun, para pengusaha masih keberatan dengan kebijakan tersebut. Justru mereka meminta agar kenaikan upah pekerja disesuaikan dengan kondisi perekonomian industri saat ini.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid mengatakan, pemerintah setidaknya bisa merumuskan kebijakan upah minimum sesuai dengan kondisi industri saat ini. Menurut dia, kebijakan itu perlu lebih tertarget, sejelan dengan pertumbuhan ekonomi dan karakter tiap sektor.

Baca: Geruduk Kantor Ganjar, Buruh di Jateng Minta Upah Naik 13 Persen

”Kebijakan upah minimum seyogyanya disertai dengan pemberian insentif yang ditargetkan pada industri tertentu dan tepat sasaran sesuai dengan kondisi sektoral,” kata Arsjad, dikutip dari CNNIndonesia.com, Selasa (22/11/2022).

Menurutnya, kebijakan untuk menaikkan upah pekerja ini juga harus mempunyai asas keadilan bagi kedua belah pihak, yakni pengusaha dan pekerja. Lantaran keduanya merupakan siklus pertumbuhan ekonomi yang tidak dapat dipisahkan.

Dia juga menjelaskan, pada pertumbuhan ekonomi triwulan III 2022, secara kumulatif pertumbuhan industri tekstil dan pakaian jadi mengalami peningkatan hingga 11,38 persen. Namun, terjadi perlambatan permintaan ekspor hingga 30-50 persen. Hal ini yang kemudian ditengarahi menjadi sebab adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) pada industri tekstil.

Baca: Ini Alasan Ida Fauziyah Batasi Kenaikan Upah Minimum Pekerja Maksimal 10 Persen 

”Kinerja ekspor tercatat turun 10,99 persen pada September tahun ini menjadi US$ 24,8 miliar dibandingkan pada bulan sebelumnya. Imbasnya, sektor industri  padat karya sebagai penopang penyerapan tenaga kerja di Indonesia menjadi lesu darah  karena permintaan yang menurun,” ujar Arsjad.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: CNNIndonesia.com

Ruangan komen telah ditutup.