Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Metro Jateng

Kasus Suap Seleksi Calon Perangkat Desa di Demak Seret 8 Kades, Semua jadi Tersangka

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Kombes Pol Dwi Subagio saat memberikan keterangan kepada awak media. (Istimewa)

Murianews, Semarang – Kasus suap seleksi calon perangkat di Kabupaten Demak menyeret delapan kepala desa (Kades). Saat ini kedelapan kades tersebut sudah berstatus tersangka.

Delapan kades tersebut adalah AS dari Desa Tambirejo, AL dari Desa Tanjunganyar, HA dari Desa Banjarsari, MJ dari Desa Mlatiharjo, MR dari Desa Medini, SW dari Desa Sambung, PR dari Desa Jatisono, dan TR dari Desa Gedangalas.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah, Kombes Dwi Subagio menjelaskan, kedelapan kades tersebut terseret setelah polisi melakukan pengembangan kasus yang sama. Mereka diduga mengkondisikan suap antara peserta seleksi dan panitia.

Baca: 2 Dosen UIN Walisongo Semarang Diduga Terima Suap Rp 830 Juta, Ini Kasusnya

”Kasus ini merupakan dugaan pemberian dan penerimaan sejumlah uang pada saat ujian seleksi calon perangkat desa di Kecamatan Gajah dan Guntur tahun 2021. Ini tindak lanjut dari penanganan kasus yang masih dalam proses,” kata Dwi seperti dikutip Detik Jateng, Selasa (22/11/2022).

Ia menjelaskan, kedelapan kades yang terjerat kasus dugaan suap tersebut dikembangkan dari kasus yang sama. Di mana, di awal kasus sudah menjerat empat kades sebagai tersangka dan kini sudah mulai disidangkan.

”Jadi delapan kades ini hasil pengembangan dari empat tersangka sebelumnya yang kini sudah proses sidang. Kami tindaklanjuti. Hasilnya ada delapan oknum kepala desa yang berperan mencari peserta dan kemudian menerima dan menyerahkan uang ke pelaku yang saat ini dalam persidangan,” tegasnya.

Dwi menambahkan, kasus suap ini berawal saat digelarnya seleksi seleksi calon perangkat desa tahun 2021 lalu. Saat itu, panitia menggandeng Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang sebagai pihak ketiga.

Baca: UIN Walisongo Semarang Copot Jabatan 2 Oknum Dosen Penerima Suap Perangkat Desa

Dalam perkara itu pihak kampus merasa ada kejanggalan. Kemudian polisi melakukan penyelidikan dan menangkap dua oknum dosen AF dan A yang sedang proses persidangan.

”Dari delapan desa ini dilakukan kesepakatan kerja sama dengan pihak ketiga, kemudian beberapa kali bertemu dengan tersangka yang kini masih sidang,” ungkapnya.

Dalam menjalankan aksinya, para tersengka menjual jabatan dengan harga berbefa. Untuk kadus atau kaur Rp 150 juta, sekretaris desa mdibanderol Rp 250-300 juta.

”Awal November 2021 dari 16 calon peserta terdiri total Rp 2,7 M, kemudian diserahkan kepada tersangka yang masih sidang. Kemudian diserahkan ke AF dan A,” ungkap Dwi.

Meski sudah berstatus tersangka, ia mengaku belum melakukan penahanan kepada delapan kades tersebut. ”Tidak lakukan penahanan. Yang bersangkutan kooperatif dan dia menyerahkan keterangan dan semua dokumen. Tidak ada upaya menghambat,” tandasnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Detik Jateng

Ruangan komen telah ditutup.