Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Petani Tolak Rencana Impor Beras oleh Bulog

Petani Tolak Rencana Impor Beras oleh Bulog
Pekerja memanggul beras Bulog untuk didistribusikan (MURIANEWS/Cholis Anwar)

Murianews, Jakarta – Para petani yang tergabung dalam Serikat Petani Indonesia (PSI) menolak dengan adanya rencana impor beras yang diwacanakan oleh Bulog. Mengingat, saat ini produksi beras dalam negeri masih sangat melimpah.

Penolakan ini menyusul statemen Direktur Utama Bulog Budi Waseso yang menyebut jika stok beras dalam negeri kondisinya masih di bawah 1,2 juta ton. Sehingga harus ada impor dalam waktu dekat untuk memenuhi kebutuhan beras tersebut.

Ketua Umum SPI Henry Saragih mengatakan, Bulog seharusnya juga menghitung pasokan beras yang ada di pemerintah daerah, seperti provinsi, kabupaten dan kota. Selain itu, cadangan beras yang ada di masyarakat juga harus masuk dalam hitungan Bulog.

Baca: Blak-blakan, Kementan Sebut Bulog Tak Mau Serap Beras di Penggilingan

Menurutnya, sejauh ini Bulog belum menghitung cadangan beras yang ada di masyarakat, padahal ini juga penting untuk mengambil kebijakan apakah harus impor atau tidak. Dia justru mencurigai, apabila ada industri besar yang masih menyimpan beras dengan rapat.

”Jadi tidak ada penjelasan, dengan tidak ada kebijakan pemerintah soal cadangan pangan daerah dan masyarakat,” papar Henry, dikutip dari CNNIndonesia.com, Selasa (22/11/2022).

Henry menegaskan hal ini juga disebabkan belum maksimalnya kerja Badan Pangan Nasional (Bapanas). Ia menilai Bapanas belum jadi badan pengambil otoritas dalam urusan cadangan pangan. Padahal mandatnya, Bapanas yang menentukan kebijakan cukup kurangnya pangan, impor atau tidak, bukan Bulog.

”Jadi Bapanas belum melakukan otoritasnya, inilah kelemahannya sehingga masih menjadi simpang siur, polemik impor atau tidak impor, sayang sekali, sudah ada Bapanas. Bapanas idealnya untuk mengatasi problematik seperti ini,” katanya.

Baca: Beda dengan Kementan, Bulog Sebut Stok Beras Indonesia Memprihatinkan

Menurutnya, hingga saat ini petani sudah bekerja keras untuk meningkatkan produksi beras dalam negeri. Tetapi Bulog dan Bapanas belum bekerja maksimal, sehingga ketika terjadi panen raya, beras produksi petani ini tidak terserap.

”Petani sudah kerja keras untuk berproduksi. Bulog dan Bapanas belum kerja maksimal, seharusnya pas panen raya memperbanyak gudangnya, bukan saat panen pertengahan atau panen kecil seperti sekarang,” tutupnya.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: CNNIndonensia.com

Ruangan komen telah ditutup.