Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Metro Jateng

Geruduk Kantor Ganjar, Buruh di Jateng Minta Upah Naik 13 Persen

Massa buruh di Jawa Tengah unjuk rasa jelang diumumkannya UMP 2023. Demo digelar di depan kantor Gubernur Jateng, Semarang, Senin (21/11/2022). (Detik Jateng/Angling Adhitya Purbaya)

Murianews, Semarang – Puluhan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerjaan Seluruh Indonesia (SPSI) Jawa Tengah (Jateng) menggelar aksi di depan kantor Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Senin (21/11/2022).

Mereka menuntut upah buruh Jateng tahun 2023 mendatang naik sebesar 13 persen. Menurut para buruh, kenaikan tersebut cukup realistis mengingat banyak kebutuhan pokok yang terus naik.

Puluhan buruh datang sejak Senin siang. Mereka membawa berbagai atribut demo, mulai dari spanduk hingga poster yang berisi tuntutan kenaikan upah. Tak hanya itu, mereka pun melakukan sejumlah orasi di depan kantor orang nomor satu di Jateng itu.

Baca: UMK Naik 10 Persen Usai Gunakan Permenaker No 18, Buruh Karanganyar Sumringah

Beberapa atribut demo tersebut tertuls berbagai macam tulisan. Beberapa tulisan bahkan terbilang nyeleneh. Di antaranya demi rakyat aku rela skincareku ambyar, jutaan buruh jomblo karena upah murah takut nikah.

Berbagai poster tulisan itupun ditempel di pagar kawat berduri yang dipasang pihak keamanan di lokasi.

Salah satu buruh yang datang dari Jepara Subandi mengatakan, mereka menuntut UMP dan UMK naik 13 persen. Hal itu karena ada dampak dari kenaikan harga BBM yang memengaruhi biaya kebutuhan hidup.

”Kami mintanya 13 persen. Ini ada dampak kenaikan harga BBM. Kalau di bawah itu kita minim sekali,” ujar Subandi di lokasi, Senin (21/11/2022).

Subandi menegaskan agar tuntutan itu dipenuhi karena pengalaman UMK tahun 2022 hanya naik sedikit dari 2021. Hal itu dinilai sangat memberatkan sementara harga-harga naik.

”Jangan sampai seperti tahun kemarin, ada naik cuma Rp 1.400. Kita ke toilet saja bayarnya Rp 2.000,” ujarnya.

Baca: SPSI Usul Besaran UMK Wonogiri Rp 2 Juta

Setelah menyampaikan pendapatnya, sekitar 13 perwakilan buruh akhirnya diajak masuk ke kantor Gubernur Jawa Tengah untuk beraudiensi dengan pihak Pemprov Jateng.

Hingga pukul 14.48 WIB massa yang menunggu di luar pagar masih meneriakkan tuntutan sembari menyalakan lagu.

Selama aksi, lalu lintas dilakukan rekayasa yaitu Jalan Pahlawan lajur barat atau menuju Simpang Lima ditutup usai Mapolda Jateng. Sedangkan lajur timur diberlakukan contraflow sehingga lalu lintas tetap lancar.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Detik Jateng

Ruangan komen telah ditutup.