Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Diduga Terlibat Khilafatul Muslimin, ASN di Jepara Ditangkap

Diduga Terlibat Khilafatul Muslimin, ASN di Jepara Ditangkap | MURIANEWS
Suasana rumah sesepuh Khilafatul Muslimin, Murtadho di Desa Kuanyar, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara. (Murianews/Faqih Mansur Hidayat)

Murianews, Jepara – Tiga orang anggota Khilafatul Muslimin Jepara ditangkap polisi. Satu di antaranya, diketahui merupakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

ASN tersebut berinisial ZA yang merupakan tetangga M, mantan pentolan Khilafatul Muslimin Jepara yang juga ditangkap bersamanya. ZA diketahui bertugas sebagai anggota Satpol PP di Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara.

Camat Welahan, Sundari membenarkan penangkapan ZA pada Rabu (16/11/2022) petang itu. Pihaknya sendiri sudah memastikannya ke keluarga ZA dan kepolisian.

’’Saya juga sudah pastikan ke istrinya juga. Dan benar, dia diamankan Polisi,’’ terang Sundari, Senin (21/11/2022).

Baca: MUI Tak Menyangka Khilafatul Muslimin Jepara Kembali Aktif

Ia mengatakan, pihaknya sudah tahu ZA terafiliasi dengan Khilafatul Muslimin. Hanya saja, ia tak menyangka ZA masih aktif di organisasi itu. Padahal, setahunya, Khilafatul Muslimin di Jepara sudah bubar pada Juni 2022 lalu.

’’Saya kira sudah benar-benar bubar. Ternyata masih aktif. Padahal dia sudah sering saya kasih tahu untuk tidak ikut-ikutan lagi,’’ kata Sundari.

Dengan diamankannya ZA, Sundari kemudian melaporkan itu ke Penjabat (Pj) Buapti Jepara, Edy Supriyanta. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Pemkab Jepara.

Baca: Anggota Khilafatul Muslimin di Jepara Ditangkap

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jepara, Ony Sulistijawan mengatakan, pihaknya belum mendapatkan informasi terkait penangkapan ZA. Namun, sebelumnya pihaknya sudah tahu ZA pernah terlibat Khilafatul Muslimin.

Jika benar ZA terbukti aktif dalam organisasi yang dinilai bertentangan dengan ideologi negara itu, Ony memastikannya segera memproses secara tegas.

Pihaknya menyatakan sudah ada aturan soal sanksi bagi ASN yang terbukti aktif dalam organisasi yang dilarang atau bertentangan dengan negara.

’’Sanksinya, diberhentikan. Sudah jelas dan tegas itu,’’ tegas Ony.

Meskipun begitu, lanjut dia, proses pemberhentian ASN bukanlah mudah. Ada tahapan atau proses hukum yang tidak pendek.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.