Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ada Kios Baru, Pedagang Ayam Pasar Baru Kudus Protes

Kios ayam di Pasar Baru, Kudus, Jawa Tengah. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

Murianews, Kudus – Pedagang ayam Pasar Baru Kudus di Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah mengeluh. Hal ini dikarenakan adanya kios baru yang juga difungsikan untuk menjual ayam.

Mereka pun mendatangi mendatangi kantor Dinas Perdagangan Kudus untuk audiensi sekaligus mengeluhkan adanya kios yang telah selesai dibangun di tahun ini yang juga menjual ayam.

Sebagai informasi, kios tersebut berdiri di lahan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus. Lokasinya berada di dalam pasar. Kios tersebut dikelola swasta dan sudah berizin ke Dinas Perdagangan Kudus dengan izin pendirian untuk berdagang.

Pembangunan kios tersebut dimulai sejak Januari 2022. Kemudian selesai pembangunan lima bulan setelahnya.

Sebanyak delapan kios baru tersebut letaknya terpusat dengan pedagang ayam yang lain. Sejumlah delapan kios itu rinciannya lima kios berada di sebelah utara. Sedangkan tiga kios berada di sebelah selatan.

Baca: Relokasi PKL Taman Menara Kudus Mulai Besok, Disbudpar Siapkan Pikap Gratis

Saat ini, satu dari delapan kios telah digunakan untuk berjualan ayam. Dengan adanya delapan kios untuk berjualan ayam, total saat ini jumlah pedagang ayam di Pasar Baru ada 28 pedagang.

Pedagang merasa keberatan karena kios tersebut juga menjual ayam. Bedanya, letak kiosnya berada di depan. Keberadaan kios baru yang juga menjual ayam ini dirasa dapat membuat pedagang ayam di bagian belakang tidak laku.

Muchlis, pedagang ayam Pasar Baru mengatakan ada delapan kios baru. Sebanyak delapan kios tersebut nantinya akan digunakan untuk berjualan ayam.

”Sudah ada yang jualan sejak lima hari yang lalu. Akhirnya dagangan kami yang jualan di belakang jadi sepi. Padahal retribusinya sama. Penghasilan saya menurun beberapa hari ini,” katanya.

Dirinya berkeinginan agar kios baru tersebut tidak menjual dagangan ayam. Tetapi menjual dagangan yang lainnya.

”Kalau keinginan kami jangan jualan ayam. Jualan yang lain saja karena kami dengarnya kan dahulu mau dibuat toko kelontong, kok ini jadi kios jualan ayam,” imbuhnya.

Keluhan juga datang dari pedagang ayam yang berjualan di kios bagian belakang, Zaitun. Dia tidak ingin ada pedagang ayam baru di Pasar Baru.

”Di belakang itu sudah banyak pedagang ayam. Lha kok sekarang ada kios yang juga jualan ayam. Jualan kami jadi tidak laku,” ujarnya.

Dia berkeinginan agar kios tersebut tidak berjualan ayam. Sehingga tidak dapat membuat pedagang ayam di belakangnya kehilangan konsumen. ”Dulu kan katanya tidak untuk jualan ayam. Tetapi infonya untuk kios kelontong,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kudus Sudiharti mengatakan keluhan tersebut merupakan hal yang biasa. Menurutnya, pihak pedagang ayam yang berada di belakang merasa tersaingi.

”Intinya mereka merasa tersaingi dan tidak mau ada tambahan lagi pedagang ayam lagi,” terangnya.

Sudiharti menambahkan, kios tersebut merupakan tanah milik Pemkab Kudus. Tanah tersebut saat ini disewa oleh pihak swasta.

”Izin mereka untuk berdagang. Mereka mau dagang apapun kan bisa dan silahkan. Pada intinya kami tidak melanggar. Kalau memang pedagang tidak menghendaki, nanti kami akan laporan ke atasan dalam hal ini ke Pak Bupati,” sambungnya.

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.