Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

SPSI Usul Besaran UMK Wonogiri Rp 2 Juta

ILUSTRASI: Warga menunjukkan pecahan uang rupiah. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

Murianews, Wonogiri – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Wonogiri mengusulkan besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) Wonogiri tahun 2023 sebesar Rp 2.005.053. Usulan tersebut 9 persen lebih tinggi dibandingkan tahun ini yang hanya Rp 1.839.499

Ketua SPSI Wonogiri, Seswanto mengatakan, usulan kenaikan UMK sebesar 8-9% itu sudah diperhitungkan SPSI berdasarkan kenaikan harga akibat harga bahan bakar minyak naik sekitar 30 persen.

Meski begitu, ia mengakui hingga saat ini besaran tersebut masih tawar menawar dengan Apindo. Apalagi sejauh ini belum ada sidang kenaikan UMK oleh dewan pengupahan.

Baca: UMP Yogyakarta Diumumkan 28 November, Sultan: Kalau UMK Desember

”Ini belum ada sidang (kenaikan UMK) oleh Dewan Pengupahan. Ini masih tawar menawar. Kami belum dapat undangan pertemuan atau sidangnya,” ujar dia

Dia berharap usulan kenaikan UMK sebesar itu bisa terwujud. Sebab UMK yang saat ini dinilai masih kurang untuk memenuhi kebutuhan hidup di Wonogiri.

”Tentu kami sudah menghitung konsekuensinya. Kami ingin antara pekerja dan pengusaha tetap sama-sama hidup. Jangan sampai nanti malah ada timbul PHK [pemutusan hubungan kerja],” imbuh Seswanto.

Baca: UMK Kudus 2023 Mulai Dibahas Hari Ini

Sekretaris Apindo Wonogiri, Gangsar Laksono, mengatakan masih berkomitmen menggunakan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan sebagai dasar kebijakan pengupahan pekerja.

Menurut Gangsar, PP tersebut masih aman untuk mengakomodir perusahaan-perusahaan yang baru saja beradaptasi pascapandemi Covid-19.

”Hal lain yang kami khawatirkan adalah adanya resesi tahun depan,” kata Gangsar.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Ruangan komen telah ditutup.