Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Taman Menara Kudus Mulai Dibongkar

Taman Menara Kudus Mulai Dibongkar
Taman Menara Kudus, Jawa Tengah mulai dibongkar hari ini. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

Murianews, Kudus – Taman Menara Kudus, Jawa Tengah mulai dibongkar, Minggu (20/11/2022). Pembongkaran dilakukan di bagian dinding terlebih dahulu.

Dinding bagian barat Taman Menara Kudus mulai dirobohkan. Pantauan di lapangan, satu alat berat dioperasikan untuk merobohkan dinding depan Kelenteng Hok Ling Bio itu.

Rodliyah, Ketua Paguyuban PKL Taman Menara Kudus mengatakan, pembongkaran telah dilakukan sejak pukul 09.00 WIB. Pembongkaran baru di bagian dinding saja.

’’Untuk bagian kiosnya belum dibongkar. Karena pembongkarannya menunggu kami pindah dahulu ke Terminal Wisata Bakalan Krapyak,’’ katanya, Minggu (20/11/2022).

Baca: Relokasi PKL Taman Menara Kudus Maksimal 23 November 

Menurutnya, pembongkaran hari ini tidak mengganggu kios pedagang. Mereka pun masih berjualan. Sebab, ekskavator belum menyentuh bagian kios.

’’Kiosnya belum dibongkar. Besok pagi kami pindahan dulu. Setelah itu baru dilakukan pembongkaran kios,’’ sambungnya.

Total ada 44 pedagang di Taman Menara Kudus. Dari jumlah itu, 30 pedagang di antaranya dipindahkan ke penampungan sementara di Terminal Wisata Bakalan Krapyak mulai Senin (21/11/2022).

Baca: PKL Taman Menara Kudus Tetap Boleh Jualan saat Revitalisasi Dilaksanakan

Sedangkan sisanya merupakan pedagang yang sudah tak aktif. Mereka diminta menunggu tahun depan. Sebab, saat ini baru disiapkan tempat permanen di Terminal Wisata Bakalan Krapyak.

Usai menempati tempat permanen, 44 pedagang itu tak akan kembali lagi di Taman Menara Kudus/

’’Saat ini kan sudah mulai ada pembangunan ya. Kami hanya dapat manut saja. Karena kami kan hanya numpang,’’ imbuhnya.

Murianews juga mencoba menghubungi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, Mutrikah. Namun, yang bersangkutan belum merespon.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.