Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ketahui, Ini Makanan dan Minuman yang Bisa Merusak Ginjal

Ketahui, Ini Makanan dan Minuman yang Bisa Merusak Ginjal
Foto: Ilustrasi (Mohamed Hassan dari Pixabay)

MURIANEWS, Kudus – Memiliki ginjal yang sehat adalah harapan semua orang. Ginjal adalah organ penting yang berfungsi menyaring zat beracun di dalam tubuh.

Supaya ginjal sehat adalah dengan menjaganya sebaik mungkin. Dengan demikian, resiko terkena penyakit ginjal bisa diminimalisir.

Lalu bagaimana cara agar ginjal tetap sehat? Salah satunya adalah menjaga konsumsi makanan dan minuman.

Baca juga: 

Hal ini perlu dilakukan karena fungsi ginjal bisa menurun ketika mengonsumsi makanan dan minuman tertentu.

Melansir dari Halodoc, Sabtu (19/11/2022), minum soda misalnya, jenis minuman ini mengandung fosfor yang sangat tinggi. Tambahan zat tersebut biasanya untuk menambah rasa, memperpanjang umur simpan dan mencegah perubahan warna.

Kandungan fosfor pada soda bisa bervariasi, tetapi umumnya soda berwarna gelap mengandung 50 hingga 100 miligram. Ketika jumlah fosfor yang masuk berlebihan, ginjal tidak mampu mengeluarkannya. Alhasil, zat ini menumpuk dan lambat laun merusak ginjal.

Makanan dan Minuman yang Bisa Merusak Ginjal

Selain soda, berikut makanan dan minuman lain yang berpotensi merusak ginjal:

1. Makanan kalengan

Makanan kaleng seperti sup, sayuran, dan kacang-kacangan cenderung lebih praktis dikonsumsi. Dibalik kepraktisannya, makanan kalengan mengandung natrium alias garam yang sangat tinggi. Tambahan garam ini bertujuan untuk mengawetkan dan meningkatkan umur simpan makanan.

Saat kamu mengonsumsi garam terlalu banyak, organ berbentuk kacang ini perlu bekerja lebih keras untuk membuang natrium. Meningkatnya beban kerja ginjal lambat laun bisa merusak fungsinya. Natrium juga mampu menambah protein sehingga berpotensi menyebabkan batu ginjal.

Jika terpaksa mengonsumsi makanan kalengan, kamu bisa mengeringkan dan membilasnya. Cara ini bisa menurunkan kandungan natrium hingga 33-80 persen, tergantung produknya .

2. Daging olahan

Makanan yang satu ini sering dikaitkan dengan penyakit kronis karena kandungan pengawetnya yang tinggi. Daging olahan adalah daging yang telah diasinkan, dikeringkan, diawetkan atau dikalengkan. Beberapa contohnya yaitu, sosis, kornet, ham, nugget dan daging asap.

Tambahan garam dan pengawet berfungsi untuk mempertahankan rasa sekaligus mengawetkan makanan. Kedua bahan tersebut bisa memberatkan kerja ginjal sehingga merusak fungsinya.

3. Makanan kemasan dan makanan instan

Makanan kemasan dan makanan instan adalah jenis makanan yang melalui banyak pemrosesan. Misalnya seperti mi instan, kentang beku, bubur instan, spaghetti instan dan sereal. Nah, makanan-makanan tersebut cenderung tinggi garam maupun gula yang bisa merusak ginjal. Selain itu, makanan ini minim gizi sehingga tidak memberikan manfaat kesehatan.

4. Minum alkohol berlebihan

Alkohol dikenal bisa merusak ginjal, apalagi jika dikonsumsi terlalu sering dan terlalu banyak. Peminum berat sekaligus perokok berpotensi lebih tinggi terkena masalah ginjal. Peluangnya sekitar lima kali lipat terkena penyakit ginjal kronis dibandingkan orang yang tidak merokok atau minum alkohol secara berlebihan.

Waspadai Tanda-Tanda Penyakit Ginjal

Penyakit ginjal bisa menimbulkan gejala yang beragam. Namun, gejala awal yang paling umum yaitu:

1. Kamu akan mengalami kondisi kelelahan, kurang berenergi, bahkan kesulitan untuk berkonsentrasi.

2. Mengalami gangguan tidur.

3. Perubahan pada kesehatan kulit yang menjadi lebih kering dan gatal.

4. Mengalami peningkatan frekuensi buang air kecil.

5. Terdapat darah dalam urine.

6. Urine yang berbusa dan memiliki bau menyengat. Tidak hanya itu, urine juga memiliki warna yang sangat gelap.

7. Mengalami bengkak terus-menerus di area mata.

8. Pergelangan kaki dan kaki yang mengalami pembengkakan.

9. Mengalami penurunan nafsu makan.

10. Lebih sering mengalami nyeri atau kram otot.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: halodoc.com

Ruangan komen telah ditutup.