Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Parkir Kapal Nelayan di Sungai Juwana Pati Disoal, Diduga Sebabkan Banjir

Parkir Kapal Nelayan di Sungai Juwana Pati Disoal, Diduga Sebabkan Banjir
Sejumlah kapal bersandar di sepanjang Sungai Juwana (Murianews/Cholis Anwar)

Murianews, Pati – Parkir kapal nelayan di Sungai Juwana Pati disoal. Sebab, keberadaannya diduga jadi salah satu faktor penyebab banjir di Desa Glonggong, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati.

Dugaan itu diungkapkan Kepala Desa (Kades) Glonggong Rukin Prasetyo. Menurutnya, kapal yang bersandar di aliran Sungai Juwana dinilai menghambat laju aliran air sehingga menjadi penyebab banjir.

’’Aliran muaranya di Sungai Juwana, kapal bisa dievakuasi karena sudah mulai curah hujan tinggi. Kapal adalah penyumbang pertama kurang lancarnya aliran sungai di Juwana. Karena aliran itu tidak bisa lancar,’’ ujar dia.

Baca: Bahaya! Sungai Juwana Pati Tercemar Mikroplastik

Ungkapan senada juga disampaikan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati Nur Sukarno. Ia menilai parkir kapal sembarangan di Sungai Juwana menjadi persoalan klasik yang harus segera tertangani.

’’Permasalahan tambat labuh kapal di sepanjang kali Silugonggo Juwana sudah lama menjadi buah bibir masyarakat. Karena bisa menghambat aliran air,’’ kata dia, Sabtu (19/11/2022).

Dia menjelaskan, solusi untuk mengatasi persoalan tersebut sebenarnya sudah ada. Yakni dengan adanya rencana pembangunan tambatan kapal seluas 15 hektare. Namun hingga saat ini, rencana pembangunan tersebut belum terealisasi.

Baca: Bersihkan Sungai Juwana Pati, Jampisawan Ajak Masyarakat Tak Cemari Kali

Adapun fungsi tambat kapal itu sendiri sebagai pusat pendaratan ikan untuk memfasilitasi tempat pengolahan dan penjualan hasil perikanan. Anggaran pembangunan tambatan kapal ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

’’Semoga ekonomi nasional segera pulih. Sehingga kelanjutan pembangunan pusat pendaratan ikan terintegrasi sebagai solusi dari terhambatnya arus air sungai Silugonggo segera terealisasi,’’ harapnya.

Dia menambahkan, langkah sementara untuk mengatasi hal tersebut yakni dengan memperbaiki penataan parkir kapal sehingga tak lagi menjadi blocking aliran air.

’’Solusinya kapal tidak boleh berjejer memenuhi lebar sungai. Jadi hanya di perbolehkan berjajar satu samping pinggir barat atau satu samping timur. Dengan harapan arus air lancar,’’ pungkas dia.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.