Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

2 Maling Kotak Amal Sragen Ngaku 12 Kali Beraksi di Jateng, 1 di Grobogan

Kapolsek Plupuh, Iptu Suparno mewakili Kapolres Sragen, AKBP Piter Yanottama saat jumpa pers maling kotak amal di Sragen. (Solopos.com/Galih Aprilia Wibowo)

Murianews, Sragen – Dua maling kotak amal yang diringkus Polres Sragen ternyata sudah sering beraksi di beberapa wilayah di Jawa Tengah. Berdasarkan pengakuannya, keduanya sudah beraksi di 12 tempat termasuk di Grobogan selama tiga bulan terakhir.

Kapolsek Plupuh, Iptu Suparno mewakili Kapolres Sragen, AKBP Piter Yanottama saat jumpa pers menyebutkan, 12 pencurian tersebut dua kali di Kecamatan Plupuh Sragen, dua kali di Kecamatan Tangen Sragen, dan dua kali di Kecamatan Sambirejo Sragen.

”Selain itu, mereka juga beraksi tiga kali di Kabupaten Klaten, satu kali di Kabupaten Grobogan, dan tiga kali di Kabupaten Magelang,” katanya seperti dikutip Solopos.com.

Baca: Polres Sragen Ringkus 2 Maling Spesialis Kotak Amal asal Klaten

Ia menjelaskan, keduanya berhasil ditangkap anggota Polsek Plupuh seusai beraksi di salah satu masjid Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

awalnya polisi menerima laporan dari warga terkait pencurian kotak amal di Kecamatan Plupuh. Pelapor merupakan takmir Masjid Besar Taqwa Al Mubarok Ichwan Muji Basuki (61) dan takmir Masjid Al Hidayah Sapari (60).

Berdasarkan CCTV yang ada, pencurian kotak amal di masjid Kecamatan Plupuh terjadi pada Sabtu (22/10/2022). Takmir masjid mengetahui aksi maling kotak amal itu pukul 02.00 WIB.

”Pelaku ini melakukan pencurian kotak amal di dua masjid dalam satu malam, yaitu Masjid Taqwa Al Mubarok di Desa Pedak kemudian berlanjut ke Masjid Al Hidayah, Desa Cangkol. Pencurian dilakukan tiga orang, satu masih DPO,” katanya.

Baca: Diringkus Polisi, Maling di Klaten Ngaku Bobol 17 Kotak Amal dalam 1 Bulan

Berdasarkan keterangan pelaku, mereka berhasil meraup uang Rp 3,4 juta dari kotak amal di Masjid Taqwa Al Mubarok. Kemudian kotak amal dibuang di Desa Sambirejo, Plupuh.

”Setelah itu mereka beraksi di Masjid Al Hidayah dan mendapatkan uang Rp 2,5 juta dari kotak amal,” ungkapnya.

Polisi berhasil menangkap pelaku dan menyita sejumlah barang bukti, seperti satu gunting besi ukuran besar, tiga kunci pas, satu kunci ring pas, satu obeng, dua senter kecil, satu plastik kresek kecil, dan dua pelat nomor AB 1719 UV.

”Setelah pemeriksaan terhadap pelaku ternyata ditemukan barang bukti. Pelaku mengakui bahwa baru saja (saat ditangkap) mencuri kotak amal di wilayah Kecamatan Sambirejo,” tutur Suparno.

Polisi menjerat pelaku dengan Pasal 363 ayat (1) ke 3e, 4e, 5e KUHP. Ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Ruangan komen telah ditutup.