Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Blak-blakan, Kementan Sebut Bulog Tak Mau Serap Beras di Penggilingan

Blak-blakan, Kementan Sebut Bulog Tak Mau Serap Beras di Penggilingan
Pekerja memanggul beras Bulog untuk didistribusikan (MURIANEWS/Cholis Anwar)

Murianews, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) blak-blakan soal Bulog yang enggan serap beras petani dengan harga Rp 10.300 per kilogram. Sementara untuk kebutuhan cadangan beras pemerintah (CBP), saat ini dinilai masih sangat kurang.

Direktur Serealia Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan Ismail Wahab mengatakan, sebanyak 1,8 juta ton beras tersedia di penggilingan. Seharusnya, ini bisa diserap oleh Bulog untuk memenuhi CBP.

Dia juga mengatakan jika stok beras nasional hingga saat ini sebanyak 8,05 juta ton. Rinciannya sebanyak 1.868.414 ton terdapat di penggilingan, 831.805 ton di pedagang, dan sisanya berada di rumah tangga.

Baca: Beda dengan Kementan, Bulog Sebut Stok Beras Indonesia Memprihatinkan

”Memang kalau dilihat beras tidak banyak di penggilingan, tidak banyak di pedagang, banyaknya di rumah tangga. Kenapa banyak di rumah tangga, karena kita tahu Bantuan Pangan Nontunai langsung ke rumah tangga. Sehingga beras lebih banyak di rumah tangga,” kata Ismail dilansir dari Antara, Sabtu (19/11/2022).

Ismail Wahab menyebut alasan penyerapan Bulog yang minim dikarenakan perusahaan BUMN pangan tersebut tidak mau membeli dengan harga yang ditawarkan oleh penggilingan.

”Kenapa Bulog tidak bisa memenuhi tambah stok, karena harga di luar sudah Rp 10.300 per kg, Bulog mau ngambilnya Rp 9.700,” kata Ismail.

Baca: Harga Beras Mahal, Kementan Pastikan Stok Aman Hingga Akhir Tahun

Dia menyampaikan bahwa pihak penggilingan akhirnya menjual kepada pengepul beras lain yang membeli dengan harga di atas Rp 9.700 per kg.

”Dan saya kira wajar orang punya barang akan memasarkan barangnya pada penawaran yang tertinggi,” kata Ismail.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Antara

Ruangan komen telah ditutup.