Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Beda dengan Kementan, Bulog Sebut Stok Beras Indonesia Memprihatinkan

Beda dengan Kementan, Bulog Sebut Stok Beras Indonesia Memprihatinkan
Buwas meninjau gudang Bulog yang baru. (MuriaNewsCom/Cholis Anwar)

Murianews, Jakarta – Apabila Kementerian Pertanian (Kementan) sebelumnya menyebut jika stok beras di Indonesia masih dalam situasi aman, namun hal itu justru dibantah oleh Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso.

Pria yang akrab disapa Buwas itu justru menyebut jika stok beras di Indonesia saat ini tengah memprihatinkan. Hal ini terjadi akibat rendahnya serapan beras dari petani lokal karena berbagai kendala di lapangan

Buwas mengatakan, saat ini stok cadangan beras pemerintah (CBP) di gudang Bulog sebanyak 651.000 ton. Jumlah tersebut kurang hampir setengahnya dari stok ideal yang harus dimiliki oleh Bulog sebanyak 1,2 juta ton.

Baca: Harga Beras Diperkirakan Turun Pada Februari 2023

”Kita harus cepat mengambil langkah alternatif untuk memenuhi kebutuhan ini. Karena kalau kita terlambat, di satu sisi kita sudah tahu tidak mungkin kita dalam waktu dekat bisa menyerap dalam jumlah besar. Karena barangnya selain tidak ada, harganya juga tidak memungkinkan,” kata Buwas, dikutip dari Antara, Sabtu (19/11/2022).

Karena itu, Buwas pun memberikan langkah alternatif untuk memenuhi kebutuhan CBP tersebut, yakni dengan melakukan impor.

”Kalau kita akan mendatangkan dari luar itu juga harus secepat mungkin. Karena dari beberapa negara menutup atau tidak mengeluarkan dari produksi pertanian khususnya beras,” kata Buwas.

Baca: Harga Beras Mahal, Kementan Pastikan Stok Aman Hingga Akhir Tahun

Dia menyebut hal yang jadi pertimbangan lain apabila mengimpor beras adalah keterbatasan angkutan logistik yang berpengaruh pada kemungkinan melakukan impor. Selain itu, meningkatnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS juga mempengaruhi harga beli beras dari luar negeri.

”Dengan meningkatnya nilai tukar rupiah dengan dollar, ini akan harga yang kita datangkan. Maka kalau kita terlambat mengambil langkah, mengantisipasi, maka ini juga ada kerawanan persoalan pangan khususnya beras,” tegasnya.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Antara

Ruangan komen telah ditutup.